BETANEWS.ID, KUDUS – Universitas Muria Kudus (UMK) akan mengukuhkan dua guru besar di Auditorium UMK, Senin (16/12/2024) mendatang. Dua akademisi yang akan dikukuhkan adalah Prof. Dr. Sri Utaminingsih, S.Pd., M.Pd. dari Fakultas Ilmu Pendidikan dan Prof. Dr. Drs. Achmad Hilal Madjdi, M.Pd. dari Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora.
Dalam pengukuhannya, Sri Utami mengangkat tema bidang manajemen kepemimpinan pembelajaran yang inovatif, sedangkan Achmad Hilal Madjdi mengangkat tema teaching english as a foreign language and language skills.
Sri Utaminingsih mengungkapkan, perjuangannya menuju pengukuhan guru besar tidaklah mudah. Mulai bergabung di UMK sejak 2011 dan sudah menjadi doktor pada saat itu, lalu 2020 pihaknya mendapat gelar Lektor Kepala, dan kini berhasil mendapatkan gelar guru besar.
Baca juga: UMK Akhirnya Miliki Guru Besar, Pengukuhan Digelar Senin Depan
“Sebagai akademisi, kita memang harus bekerja keras, dan saya merasa beruntung bisa sampai di titik ini. Saya berterima kasih kepada UMK yang telah memberikan dukungan penuh kepada saya dalam proses ini,” ungkapnya saat jumpa pers di UMK, Sabtu (14/12/2024).
Sri juga mengatakan bahwa proses pengajuan guru besar memerlukan sinergi yang kuat antara berbagai pihak, baik institusi, rektor, hingga teman-teman prodinya.
“Jika kita memiliki niat yang kuat, kemampuan, dan difasilitasi dengan baik oleh institusi, saya yakin setiap dosen bisa meraih apa yang saya capai. Semoga pencapaian ini menjadi inspirasi bagi rekan-rekan dosen lainnya,” ujarnya.
Di sisi lain, Achmad Hilal Madjdi menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas dukungan yang diberikan oleh UMK.
“Saya merasa bersyukur bisa mencapai titik ini. Tentunya ini bukan hanya kerja keras saya, tetapi juga berkat dukungan penuh dari pihak universitas dan berbagai rekan yang membantu dalam proses ini,” kata Hilal.
Baca juga: Beri Kuliah Umum di UMK, Guru Besar UGM Tanamkan Pentingnya Kerukunan
Ia menambahkan, pendidikan saat ini perlu mengedepankan pendekatan yang berfokus pada kebutuhan dan karakteristik mahasiswa agar dapat lebih efektif dan relevan dengan perkembangan zaman. Terlebih pentingnya manajemen pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Sebab diperlukan adanya pengajaran, penelitian, serta pengelolaan yang tepat agar dapat memberikan hasil yang optimal
“Topik yang saya angkat adalah model kepemimpinan pembelajaran student-oriented yang sangat relevan dalam menghadapi transformasi pendidikan di Indonesia,” ujarnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

