BETANEWS.ID, KUDUS – Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kota Kretek tahun ini meningkat secara drastis dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut mencapai satu juta pengunjung hingga Oktober 2024.
Sub Koordinator Destinasi Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus, M Aflah menyampaikan, meski belum sampai Desember 2024, jumlah peningkatan wisatan di Kudus melonjak drastis. Hingga Oktober 2024, jumlah wisatawan mencapai 2,8 juta orang.
Baca Juga: Pj Bupati Ucapkan Selamat 2 Putra Kudus Jadi Menteri Kabinet Prabowo-Gibran
“Jumlah wisatawan ini meningkat dari tahun 2023, yang hanya mencapai 1,8 juta pengunjung. Paling banyak dikunjungi adalah wisata religi atau ziarah makam Sunan Muria. Jadi penyumbang terbesar kemasukan PAD Disbudpar adalah portal atau pintu masuk di Desa Colo, Kecamatan Dawe,” ungkapnya saat ditemui, Senin (21/10/2024).
Ia menuturkan, wisatawan yang datang ke Kudus tidak hanya wisatawan nusantara (wisnus), tetapi juga wisatawan mancanegara (wisman). Meski begitu, jumlah wisman tidak begitu besar seperti di tahun-tahun sebelumnya. Kebanyakan masih didominasi dari wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia.
“Wisman yang berkunjung ke Kudus hanya sebagian. Dari total kunjungan sebesar 2,8 juta di tahun ini, mungkin hanya 100-150 wisman ke Kudus. Kebanyak destinasi wisata yang dikunjungi, Menara, Museum Situs Purbakala Patiayam, dan Museum Kretek,” jelasnya.
Aflah mengungkapkan, bahwa tahun depan target kunjungan wisata akan lebih ditingkatkan lagi. Mengingat, ada dorongan target kunjungan wisata naik setiap tahunnya. Dengan diupayakan berbagai cara, mulai promosi hingga peningkatan potensi wisata yang tersedia.
“Kedepan, kami rencanakan untuk menggali potensi wisata religi lainnya. Seperti makam tokoh-tokoh berpengaruh Mbah Kaliyetno dan makam Kiayi Telingsing, kalau bisa dipoles menjadi tujuan wisata,” ujarnya.
Baca Juga: Beberapa Desa Wisata di Kudus Mengalami Penurunan Kualitas
Tak hanya itu, desa wisata di Kabupaten Kudus diharapkan ikut andil dalam mendongkrak kunjungan wisatawan di Kabupaten Kudus. Pihaknya menyarankan untuk menyediakan edu wisata di masing-masing daerah, yang dianggap berpotensi.
“Di masing-masing sekolah kan ada program outing class dan menjalankan program P5. Sehingga ini sangat bagus untuk menarik siswa-siswi berwisata edukasi. Jadi kami akan arahkan ke sana,” imbuhnya.
Editor: Haikal Rosyada

