Cuma 34 yang Punya Serifikat, Mampukah Katering Kudus Sediakan Program MBG Tahun Depan?

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus berencana melibatkan pelaku UMKM maupun kantin di sekolah dalam penyediaan program makan bergizi gratis (MBG) di 2025. Namun saat ini, katering yang mempunyai Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) di Kudus baru ada sekitar puluhan tempat.

Padahal, data peserta didik yang akan mendapatkan makan siang gratis di Kabupaten Kudus sekitar 127.000 siswa. Mampukah puluhan tempat katering dalam penyediaan makan bergizi gratis itu menyiapkan makanan sampai ratusan ribu per harinya?

Baca Juga: Kemenag Kudus Dorong LP3H IAIN Kudus, Agar Secepatnya Selenggarakan Pelatihan Juleha

-Advertisement-

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) pada Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Nuryanto mengatakan, setidaknya katering yang sudah memiliki SLHS ada 34 katering. Sedangkan apabila 34 katering ini dilibatkan dalam program penyediaan makanan gratis tahun depan belum bisa mencukupi kebutuhan jumlah makanan yang akan didistribusikan.

“Katakanlah, satu kateringnya ini hanya mampu membuat 2.000 porsi setiap hari, maka dengan jumlah itu belum bisa mencukupi. Tapi yang jelas, kami juga mengupayakan memberikan pelatihan keamanan pangan sebagai salah satu syarat mendapatkan SLHS,” ujarnya, Selasa (8/10/2024).

Sejauh ini, kata Nuryanto, DKK Kudus sudah melaksanakan empat kegiatan pelatihan Keamanan pangan yang ditujukan bagi usaha katering di Kota Kretek. Terdapat satu pelatihan lagi yang rencanakan akan dilaksanakan pada akhir Oktober atau awal November 2024 nanti.

“Kalau di DKK sudah terlaksana 4 kali dan masih ada satu kali pelatihan yang mana nanti diutamakan adalah pelaku usaha katering yang ada di tingkat kecamatan atau desa agar mengikuti. Kuota kurang lebih ada 45 peserta ditujukan pada pelaku usaha di desa-desa,” ungkapnya.

Sehingga dari kekurangan untuk mensuport program tersebut, pihaknya menyiapkan pelaku usaha katering sebagai penyedia makanan untuk bisa memenuhi kebutuhan di Kudus. Pihaknya juga berupaya agar program ini bisa dirasakan semua masyarakat, artinya tidak hanya usaha katering besar saja yang terlibat, namun juga semuanya.

“Kita berupaya agar bisa menggerakkan UMKM yang ada di Kabupaten Kudus, terutama yang jaraknya jauh. Dimana kebanyakan kateringnya berada di Kecamatan Kota. Namun kita upayakan pelatihan terakhir ditujukan desa yang memang belum mendapatkan SLHS, agar mengikuti pelatihan,” ujarnya.

Baca Juga: Capaian Kurang Maksimal, Wajib Halal Diperpanjang Sampai 2026

Nuryanto mengaku optimis pada pelaksanaan program MBG 2025 nanti, akan bisa menyediakan makanan sesuai kebutuhan yang ada. Meski begitu, pihaknya saat ini juga masih menunggu peraturan atau regulasi dari Badan Gizi Nasional atau Kementrian Kesehatan.

“Kita optimistis, saat ini kami menunggu peraturan atau regulasi dari Badan Gizi atau dari Kementerian Kesehatan yang nanti mungkin setelah Oktober ada pelatihan presiden. Mungkin ada regulasi di bulan November atau Desember. Kita menunggu regulasi-regulasi dari pemerintah pusat, nanti aturan mainnya seperti apa, kita ikuti,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER