Capaian Kurang Maksimal, Wajib Halal Diperpanjang Sampai 2026

BETANEWS.ID, KUDUS – Produk Wajib Halal Oktober (WHO) di Kabupaten Kudus, mayoritas belum tersertifikasi halal, padahal sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2021, tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal, terutama bagi produk makanan dan minuman harus bersertifikasi halal hingga 17 Oktober 2024.

Capaian sertifikasi halal di Kabupaten Kudus, menurut Ketua Satgas Halal Kudus, Sony Wardhana, baru mencapai sekitar 35 persen. Dimana data pelaku UMKM di Kudus keseluruhan sekitar 18.000 usaha, namun yang baru bersertifikasi halal ada 6.778 usaha.

Baca Juga: Pembangunan Pagar Terminal Wisata Bakalan Krapyak Capai 40 Persen

-Advertisement-

“Sehingga kurangnya juga masih banyak. Perlu dipahami, dalam target wajib halal Oktober (WHO), diutamakan para pelaku yang mempunyai produk makanan dan minuman. Selebihnya produk seperti barang atau jasa, obat-obatan, kosmetik, kimia, biologi, rekayasa genetik, dan lain sebagainya bisa sambil berjalan,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya sebagai Kasubbag Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kudus, Senin (7/10/2024).

Ia menuturkan, bahwa saat ini pihaknya mendapat informasi terbaru, terkait perpanjangan wajib halal tak jadi hingga 17 Oktober 2024. Namun, hal itu diperpanjang hingga 2026, lantaran capaiannya saat ini yang kurang maksimal.

“Jadi di seluruh Indonesia ini capaian wajib halal hingga saat ini kurang maksimal. Masih banyak yang belum mengurus sertifikasi halal hingga saat ini. Sehingga saya mendapat informasi, kalau wajib halal diundur 2026 nanti,” jelasnya.

Sony mengatakan, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menyediakan dua langkah pendampingan bagi pelaku usaha bersertifikasi halal. Yaitu pertama dengan program self declare, dimana cara mendapatkan sertifikasi halal berdasarkan pernyataan dari pelaku usaha.

“Self declare diperuntukan bagi pelaku usaha kecil atau pedagang kaki lima tanpa biaya. Sedangkan satunya lagi dengan regular yang diperuntukkan untuk pelaku usaha yang sudah besar,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya saat ini juga bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian Koperasi, dan UKM Kudus untuk mempercepat capaian wajib halal di Kabupaten Kudus. Setidaknya niat baik juga sudah ditunjukan Disnakerperinkop dan UKM Kudus dalam membantu UMKM reguler, bersertifikasi halal.

Baca Juga: Gerindra dan Golkar Tolak Hak Angket DPRD Kudus

“Kemarin bersama Disnakerperinkop dan UKM Kudus mengadakan sosialisasi bareng terhadap pelaku usaha. Selain itu pihak Disnakerperinkop dan UKM Kudus juga mempunyai niatan baik untuk membantu pelaku UMKM yang reguler. Namun saya tidak mengetahui bentuk bantuannya seperti apa,” tuturnya.

“Ini bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat, terhadap makanan yang dikonsumsi sehari hari. Sehingga pemerintah perlu memberikan kepastian, bahwa yang dimakan halal. Selain itu, langkah ini sebagai percontohan halal di internasional,” harapnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER