BETANEWS.ID, KUDUS – Kaliwungu Fest kembali digelar untuk ketiga kalinya di Lapangan Kedungdowo pada 23 hingga 27 Oktober 2024. Acara tersebut mempersembahkan festival UMKM dan budaya yang diikuti oleh seluruh desa di Kecamatan Kaliwungu.
Ketua panitia, Hasan Asiari (49), menceritakan, festival tersebut berawal dari inisiatif pemerintah kecamatan pada 2022 untuk memulihkan ekonomi dari pandemi. Selain aspek ekonomi, acara tersebut juga ingin memperkenalkan kekayaan budaya lokal.

“Pada 2024 ini, kami mengkolaborasikan ekonomi dan budaya, agar UMKM tetap berdaya saing namun juga tidak meninggalkan kearifan lokal,” ujar Hasan.
Baca juga: Dibuka Hari Ini, Pameran Temporer Museum Kretek Berlangsung Hingga 27 Oktober 2024
Setiap desa di Kecamatan Kaliwungu diwajibkan untuk mengirimkan minimal dua UMKM serta menampilkan seni tradisional khas desa masing-masing. Menurut Hasan, Kaliwungu Fest juga menjadi ajang untuk mengenalkan budaya yang mungkin belum banyak diketahui masyarakat.
“Kami memiliki banyak budaya, bahkan terkadang ada yang kami baru tahu. Dan itu penting untuk diperkenalkan,” terangnya, Jumat (25/10/2024).
Namun, penyelenggaraan Kaliwungu Fest tidak terlepas dari tantangan, terutama masalah anggaran yang terbatas. Hasan mengakui, bahwa keterbatasan dana dari pemerintah memaksa panitia untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak demi kelancaran acara.
“Harapannya, tahun depan bisa lebih meriah dan, jika mungkin, menghadirkan 100 UMKM seperti pada 2022,” tambahnya.
Sementara itu, Istina Azizah, salah satu pelaku UMKM, merasa senang dengan adanya Kaliwungu Fest 2024. Pedagang minuman dan jajanan telur gulung itu, juga mengaku merasakan manfaat dari festival itu.
Baca juga: Jumlah Wisatawan di Kudus Meningkat Signifikan
Menurut Istina, Kaliwungu Fest memberikan peluang besar bagi pelaku UMKM lokal seperti dirinya untuk berkembang. Ia membayangkan, andai saja dirinya memiliki produk yang menarik, tentu bisa diperkenalkan melalui Kaliwungu Fest.
“Saya jadi berpikir untuk berinovasi menyambut acara tahun-tahun mendatang. Kalau punya produk baru kan bisa sekalian promosi di sini,” ujarnya sambil tersenyum.
Penulis: Prih Nur Fia Istiqomah, Mahasiswa Magang PBSI UMK
Editor: Ahmad Rosyidi

