BETANEWS.ID, KUDUS – Tim riset Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kudus telah berhasil menciptakan alat bernama Akticlito, yang berfungsi untuk mengurangi emisi gas buang kendaraan bermotor. Alat ini dibuat dengan memanfaatkan limbah, seperti eceng gondok dan blotong. Dimana limbah ini tersedia melimpah di Kabupaten Kudus.
Proses pembuatannya pun cukup unik dan ramah lingkungan, menjadikannya sebuah inovasi yang patut diapresiasi.
Baca Juga: FKDK Berharap Bupati Terpilih Bersedia Terbitkan Perbup Disabilitas
Salah satu tim riset MAN 2 Kudus, Maitssa Alayya Almunawir mengatakan, proses pembuatan Akticlito diawali dengan persiapan arang aktif yang didapat dari eceng gondok. Eceng gondok tersebut dipotong, dipurnis, lalu diaktivasi menggunakan larutan asam fosfat selama 24 jam. Setelah itu, arang diolah pada suhu 600 derajat Celcius selama tiga jam, untuk menghasilkan arang aktif yang siap digunakan.
Selain arang aktif, bahan lain yang digunakan adalah zeolit, yang berasal dari limbah blotong. Limbah ini diolah dengan cara dipurnis pada suhu 700 derajat Celcius selama dua jam. Dari proses tersebut, dibuat larutan natrium silikon dan natrium aluminat, yang kemudian dicampur hingga membentuk endapan zeolit.
“Setelah kedua bahan siap, arang aktif dan zeolit dicampur dalam bentuk butiran pelet. Pelet inilah yang akan nantinya berfungsi menyerap kadar CO dan CO2 dengan dimasukkan ke dalam alat Akticlito, yang berukuran 3/4 inchi, yang terdapat sarangan besi di dalamnya,” ungkapnya.
Campuran arang aktif dan zeolit ini didapatkan dengan mencampurkannya bersama tepung kanji, dengan perbandingan satu banding lima, agar lebih padat dan tahan lama. Adsorben atau bahan arang aktif dan zeolit berbentuk butiran tersebut mampu menyerap karbon monoksida (CO) dan karbon dioksida (CO2) yang dihasilkan dari pembakaran mesin kendaraan.
“Hasil uji coba dari tim riset kami, bahwa Akticlito efektif mengurangi kadar CO hingga 32 persen dan CO2 sebesar 21 persen,” jelasnya.
Baca Juga: SMK Duta Karya Kudus Gelar Job Fair 2024
Kreativitas dalam memanfaatkan limbah blotong, yang selama ini sulit diolah, dan eceng gondok, yang banyak ditemukan di Kudus, membuat inovasi ini semakin berarti. Alat ini diharapkan menjadi solusi efektif dalam mengurangi polusi udara dan menjaga lingkungan tetap bersih, dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ramah lingkungan dan mudah didapatkan.
Dengan alat yang diciptakan oleh tim riset dari MAN 2 Kudus, yaitu Maitssa Alayya Almunawir, Niswa Khalida Anwar, dan Dzikra Lubna Khairunnisa, berhasil membuat bangga sekolah yang menjuarai kejuaraan National Innovation Project (NIPRO) 2024 di ITS Surabaya, pada 5-6 Oktober 2024 lalu.
Editor: Haikal Rosyada

