BETANEWS.ID, KUDUS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana akan mengeruk tiga sungai untuk antisipasi banjir. Sebelumya, empat sungai juga sudah dikeruk, yaitu Sungai Bakinah Barat, Sungai Bakinah Timur, Sungai Jungkemi, dan Sungai Londo.
Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi, BPBD Kudus, Syarif Hidayah, menyampaikan, tiga sungai yang rencananya akan dilakukan pengerukan itu adalah Sungai Kadimah Krajan, Sungai Tampung, dan Sungai Plumbungan.
Ia menjelaskan, ketiga sungai tersebut sudah mengalami pendangkalan, di mana lebar existing awal 20 meter hanya tersisa 4 meter saja.
Baca juga: Kekeringan Hampir 2 Bulan, Warga Glagahwaru Kudus Senang Dapat Bantuan Air
“Karena sering mengakibatkan banjir dan menyebabkan petani gagal panen, ketiga sungai ini juga akan dilakukan pengerukan dalam tahap kedua ini. Panjang pengerukan juga akan berbeda-beda,” bebernya, belum lama ini.
Ia menuturkan, untuk Sungai Kardimah Krajan dengan panjang 1,8 kilometer, Sungai Tampung 2,4 kilometer, dan Sungai Plumbungan 2,04 kilometer. Sedangkan kedalamannya hingga 4 meter dari jalan dan lebar 6 meter.
Masing-masing sungai tersebut, kata Syarif, mengakibatkan genangan banjir yang cukup luas. Seperti di Sungai Kardimah menyebabkan banjir itu menggenangi 402 hektare lahan pertanian di empat desa, yakni Desa Payaman, Gulang, Kirek, dan Karangrowo.
Baca juga: Bantuan Gagal Panen 5.084 Petani Kudus Ditarget Cair Oktober
“Lalu Sungai Tampung, Desa Sidomulyo menggenangi lahan pertanian hingga 98 hektare. Sementara untuk Sungai Plumbungan, Desa Gondoharum akibatkan 80 hektare lahan banjir,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengerukan sungai tersebut akan dilakukan pada Oktober 2024 mendatang, dengan target selesai hingga November 2024.
“Karena kami juga harus menjaga ketahanan pangan, untuk memberikan sirkulasi air yang mengalir lebih efektif,” jelasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

