Kekeringan Meluas, Perhutani Pati Salurkan Bantuan Air Bersih

BETANEWS.ID, PATI – Kekeringan di wilayah Kabupaten Pati kini terus meluas. Di antara wilayah yang terdampak kekeringan dengan jumlah desa terbanyak adalah Kecamatan Jaken.

Sejumlah desa di wilayah itu, kini terpaksa mengandalkan bantuan air bersih untuk mencukupi keperluan sehari-hari. Satu di antaranya adalah Desa Mantingan.

Baca Juga: Rumahnya Rusak Akibat Tanah Gerak, Sejumlah Warga di Purworejo Pati Ngungsi

-Advertisement-

Terkait kondisi tersebut, Perum Perhutani KPH Pati menyalurkan bantuan air bersih ke Desa Mantingan. Hal ini, merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan.

“Ini merupakan program dari BUMN Peduli. Dalam hal ini, Perhutani Pati memberikan bantuan air bersih kepada desa-desa yang terdampak kekeringan, ” ujar Sukmono Edwi Susanto, Administratur KPH Pati, Selasa (10/9/2024).

Ia menyebut, Perhutani Pati berencana akan menyalurkan sebanyak 160 tangki kepada desa-desa yang terdampak kekeringan di wilayah Pati.

Dirinya berharap, bantuan air bersih tersebut bisa meringankan beban bagi warga yang saat ini terdampak kekeringan.

Bantuan ini pun mendapatkan sambutan hangat dari warga. Mereka tampak senang dengan adanya bantuan air bersih tersebut. Sebab, desanya mengalami kekeringan sejak bulan Mei 2024. Sudah tiga bulan desa tersebut mengalami kekeringan. 

”Mulai tiga bulan yang lalu. Kalau ndak ada bantuan ya kadang dari sawah-sawah. Biasanya selang disalurkan, ” ucap Muam, warga Mantingan.

Sementata itu, Sutarno, Kabid Kedaruratan BPBD Kabupaten Pati mengatakan, , saat ini sudah 66 desa yang tersebar di sembilan kecamatan terdampak kekeringan di Kabupaten Pati. 

”Ada sembilan kecamatan yang terdampak. Kecamatan Jaken, Jekanan, Pucakwangi, Winong, Gabus, Kayen, Tambakromo, Sukolilo dan Batangan. Yang terbanyak di Jaken, Winong, Pucakwangi. Sehingga total ada 66 desa,” ungkapnya.

Baca Juga: Sungai Silugonggo Kering Diduga Jadi Pemicu Tanah Gerak di Purworejo Pati

Pihaknya pun mendistribusikan air bersih setiap harinya. Setidaknya BPBD Kabupaten Pati mengirimkan 20 tangki sampai 25 tangki untuk warga yang terdampak. 

”Yang terdampak ribuan keluarga. Jumlah spesifik kami tidak mendata. Tapi ribuan. Kami sudah distribusikan 630 tangki. Kami tetapkan siaga darurat sejak 15 Juli kemarin sampai 31 Oktober,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER