Sungai Silugonggo Kering Diduga Jadi Pemicu Tanah Gerak di Purworejo Pati

BETANEWS.ID, PATI – Fenomena tanah gerak yang terjadi di Dukuh Guyangan, Desa Purworejo, Kecamatan/Kabupaten Pati, diduga dikarenakan kondisi Sungai Silugonggo yang mulai mengalami kekeringan.

Triyono Arief Fadilah, Kabid Rehabilitasi dan Rekontruksi pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati mengatakan, dugaan sementara adanya tanah gerak tersebut karena fenomena alam, yaitu kondisi sungai yang kering.

Baca Juga: Jalan Menuju Pulau Seprapat Juwana Tiba-tiba Retak Sepanjang 50 Meter

-Advertisement-

“Kita masih beperdemoman kepada kebencanaan. Bahwa ini adalah fenomena alam, bisa jadi karena faktor kekeringan yang menyebabkan penurunan air,” ujarnya, Senin (9/9/2024).

Selain itu, menurutnya juga bisa disebabkan faktor teknis lainnya. Yakni, letak bangunan yang berada di pinggir sungai.

Kemudian terkait dengan langkah yang diambil, pihaknya akan terlebih dahulu melakukan identifikasi terkait kejadian tersebut.

“Selanjutnya, kami juga akan membentuk tim. Karena di sini kami tidak sendirian. Ada dinas terkait lainnnya dalam hal ini,” ungkapnya.

Arief juga menyebut, terkait dengan bangunan yang berada di pinggir sungai, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pihak pemerintah desa.Yaitu, mengenai status kepemilikan bangunan.

Sementara itu, Kepala Desa Purworejo, Dwi Sumaryono mengatakan, bahwa peristiwa tanah bergerak di desanya dimulai dengan adanya tanah retak-retak di sekitar bantaran Sungai Juwana pada Jumat (6/9/2024) sore.

”Terus selang satu hari, yaitu Sabtu sore, warga melaporkan kepada kami bahwa terjadi penurunan tanah yang sangat signifikan,” ungkapnya.

Akibatnya, sejumlah rumah dan ruko yang berada di Dukuh Guyangan mengalami kerusakan. Bahkan sejumlah rumah nyaris roboh. Tak hanya itu, talut yang berada di bibir Sungai Juwana ikut bergeser.

”Akhirnya kami meninjau ke lokasi dan kami koordinasi langsung dengan BBWS untuk melakukan langkah-langkah atas kejadian bencana tersebut kita memprediksi gejalanya apa,” imbuhnya.

Baca Juga: Puluhan Rumah dan Ruko di Pati Rusak Akibat Tanah Gerak

Akibat kejadian itu, diprediksi kerugian mencapai Rp1,8 miliar. Pihaknya sudah melaporkan kejadian ini kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati maupun dinas lainnya.

”Kalau memprediksi kurang lebih Rp1,8 miliar. Harapan kami berharap kepada Dinas terkait bisa memberikan bantuan untuk kepada warga kami yang terdampak,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER