BETANEWS.ID, PATI – Suasana sejuk pedesaan melekat pada Kafe Lentera yang ada di Desa Tendas, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati. Semilir angin bak menyambut para pengunjung yang datang di kafe dengan konsep pinggir sawah itu.
Pemilik Kafe Lentera, Riyadi (36) menyampaikan, Kafe Lentera ini berdiri pada 2017. Terkait konsep, dirinya memang ingin mungusung suasana pedesaan yang sejuk dan asri.

“Agar para pelanggan bisa menikmati kuliner sambil memandang hamparan sawah diiringi gemercik air dan riuh dendang binatang sawah. Jadi tempat ini layak menjadi favorit keluarga baik untuk sekadar family gathering, weekend dan juga mengisi liburan,” bebernya, beberapa waktu lalu.
Baca juga: Harga Es Cincau Cuma Rp3 Ribu tapi Omzetnya Sampai Rp800 Ribu Sehari
Riyadi menyampaikan, sebelum memulai usaha tersebut, dirinya bekerja di perhotelan. Kafe Lentera itu ia dibangun dengan bertahap.
“Di 2017 itu saya berhenti kerja dari perhotelan. Saya dulu, kan, cheff, jadi tertarik bikin usaha sendiri di bidang kuliner. Kebetulan ini punya lahan sendiri, jadi bisa dibangun perlahan, sedikit demi sedikit, hingga ada perkembangan seperti sekarang,” katanya.
Selain menu-menu masakan nusantara, kafe yang buka mulai pukul 11.00-21.00 WIB itu juga menawarkan masakan chinese. Mengingat banyaknya pengunjung yang datang, Riyadi kini dibantu oleh delapan karyawan.
“Menunya di sini basicnya oriental, chinesese iya, ada Nusantara juga. Tapi lebih dominan ke orientalnya. Dan menu best sellernya ada lada hitam,” bebernya.
Baca juga: Pati Art Wear, Tempat Ngopi Asyik Sambil Menikmati Lukisan Keren para Seniman
Dia menambahkan, rata-rata omzet Kafe Lentera mendapat sekitar Rp2,5 juta per hari. Jumlah tersebut ia hitung dari total nota yang dikeluarkan dalam sehari.
“Untuk penjualan per harinya itu lebih dari 50 nota. Kalau target tidak ada, tapi kalau omzet rata-rata sehari sekitar Rp2,5 juta. Bedanya kafe ini dengan tempat lainnya, lebih ke modern food,” tambah Riyadi.
Penulis: Kunuzia Haisia, Mahasiswa PPL IAIN Kudus
Editor: Ahmad Rosyidi

