BETANEWS.ID, PATI – Dalam beberapa bulan terakhir ini, aksi duel yang dilakukan geng remaja terjadi di Kabupaten Pati. Dari peristiwa itu, mengakibatkan adanya korban jiwa.
Setelah sebelumnya terjadi di wilayah Kecamatan Sukolilo yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia, terbaru, hal serupa terjadi di wilayah Kecamatan Pati.
Baca Juga: Duel Geng Remaja Berujung Maut di Pati Awalnya Diduga untuk Konten
Dari kejadian duel yang dilakukan oleh geng remaja, yakni Geng Slow dengan Maju Tubruk Geng pada Minggu (28/7/2024) dini hari itu, juga mengakibatkan hilangnya satu nyawa seorang anak yang baru duduk di kelas 1 SMA tersebut.
Lilik Nila Efantiana, Psikolog Klinis Rumah Sakit Mitra Bangsa menyampaikan, bahwa fenomena duel ataupun tawuran yang dilakukan geng remaja, dikarenakan beberapa faktor.
“Kita bicara remaja dulu ya. Mereka ini mencari jati diri. Mereka dalam tahap, bahwa mereka bukan anak-anak lagi, tapi belum dewasa. Jadi ada kebingunan di sini untuk mencari jati diri,” ujarnya, Kamis (1/8/2024).
Menurutnya, apa yang dilakukan remaja seperti itu, bisa saja ada kemungkinan kalau ada perasaan ingin mencoba dan adrenalinnya lebih tinggi.
Kemudian dipengaruhi lagi adanya kelompok sosial. Yakni, bagaimana remaja, secara otak atau pemikiran masih belum matang. Begitu pula dengan emosi yang belum stabil atau matang juga.
“Jadi akibatmya nanti seperti apa, jadi istilahnya untuk mempertimbangkan dampaknya nanti ke depan seperti itu belum matang. Karena memang secara pikiran dan emosi belum matang,” ungkapnya.
Kemudian, dari sisi perkembangan sosial, remaja menurutnya ada sisi ikut-ikutan. Ia mencontohkan, ketika remaja melakukan sesuatu, hal itu butuh pengakuan dari kelompok atau orang lain.
Ditambah lagi, pondasi yang utama menurutnya adalah di keluarga. Yakni bagaimana komunikasi dengan keluarga sudah baik atau belum.
“Apakah dia tumbuh dari kecil hingga sekarang, apakah ketika melalukan sesuatu pernah atau kurang mendapatkan apresiasi. Jadi mereka ini butuh validasi. Oh kamu sudah melalukan ini dengan baik, atau lainnya,” ucapnya.
Baca Juga: Keluarga Korban Duel Maut Shock, Pengakuan Temannya Kecelakaan Padahal Dibacok
Pindasi keluarga ini menurutnya memang sangat penting. Sehinhga memang harus dicari tahu dulu bagaina hubungan di keluarga. Apakah komunikasinya sudah baik atau belum.
Atau bahkan menurutnya yang lebih buruk lagi, mungkin remaja tersebut pernah melihat secara langsung afanya kekerasan verbal atau fisik di dalam keluarganya.
Editor: Haikal Rosyada

