BETANEWS.ID, PATI – Duel antargeng remaja di Kabupaten Pati yakni Geng Slow versus Maju Tubruk Geng berujung meninggalnya satu orang. Korban bernama Muhammad Solikin (16), yang mengalami luka bacok pada kepala bagian belakang.
Akibat peristiwa itu, polisi juga telah menetapkan tujuh tersangka yang berasal dari dua geng tersebut. Dua di antaranya sudah berusia dewasa dan lima lainnya anak di bawah umur.
Kepala Desa Plangitan, Agung Hadi Yulistiawan, yang masih keluarga korban bercerita, pada Minggu (28/7/2024) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, ia mendapat telepon dari nomor asing yang mengabarkan bahwa keponakannya kena pembacokan dan saat itu korban sudah dibawa ke rumah sakit.
Baca juga: Ngeri!!! Duel Antar Geng Remaja di Pati Berujung Maut
“Saya dan paman korban langsung menuju Rumah Sakit Mitra Bangsa. Di situ, kami melihat kondisi korban sudah tidak sadar,” ungkapnya saat ditemui di rumah duka, Rabu (31/7/2024).
Ia pun menyebut, bahwa sempat bertemu dengan salah satu teman korban satu geng. Katanya, pengakuan teman korban saat itu, keponakannya tersebut kecelakaan.
“Terus kami cocokkan dengan temannya itu, dan ternyata ada kebohongan. Apakah alibinya bilang begitu itu karena takut atau apa saya tidak tahu,” ucapnya.
Baca juga: Warga Pati Pemalsu Merek Cardinal Divonis Hukuman 1 Tahun 10 Bulan Penjara
Dirinya kemudian melakukan komunikasi dengan dokter jaga di IGD Rumah Sakit Mitra Bangsa untuk melihat kondisi korban. Katanya, memang terjadi luka di kepala bagian belakang.
“Itu luka bacokan, senjata tajam. Kalau melihat scan, tidak mungkin kalau itu benda tumpul. Lukanya lumayan panjang dan lebar,” sebutnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

