31 C
Kudus
Kamis, Juli 18, 2024

Ritual Kungkum dan Bertapa di Petilasan Eyang Buyut Sakri Rahtawu saat 1 Sura

BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah petilasan di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, menjadi jujugan para pertapa dari berbagai daerah saat satu Sura (Muharram). Mereka meyakini pertapaan tersebut jadi jalan mencari keberkahan hidup dan membuang sial.

Salah satu tempat bertapa itu adalah Petilasan Eyang Buyut Sakri. Bahkan sebelum melakukan doa di petilasan Eyang Buyut Sakri, kebanyakan meraka lebih dulu melakukan ritual kungkum di Sendang Soko atau sungai di bawah petilasan.

Seorang pertapa sedamg melakukan ritual di Petilasan Eyang Buyut Sakri, Desa Rahtawu, Gebog, Kudus. Foto: Kaerul Umam

Juru Rawat Petilasan Eyang Sakri, Sukriyanto, mengatakan, pelaku ritual itu datang dari berbagai daerah, seperti Kudus, Pati, Jepara, Blora, Solo, Yogyakarta, hingga luar Jawa, layaknya Medan, Pontianak, dan Kalimantan.

-Advertisement-

Baca juga: Satu Sura, Puluhan Ribu Pertapa Datang ke Desa Rahtawu Cari Berkah

Konon, kata Sukriyanto, saat melakukan mandi di Sendang Soko bisa melunturkan sial ataupun penyakit. Selain itu, pertapa juga percaya ritual itu membawa keberkahan dan keberuntungan saat menjalani kehidupan.

“Sampai jam 12 malam itu masih ada yang melakukan ritual tersebut. Mereka mempercayai saat melakukan hal itu, bisa menyembuhkan segala penyakit termasuk santet,” ujarnya.

Lantaran hal tersebut lah, banyak orang-orang  yang datang untuk menyucikan diri di Sendang Soko, baik sebelum Sura ataupun tepat pada malam Sura.

“Banyak yang datang, menginap sampai beberapa bulan untuk mandi di Sendang Soko saat jam-jam tertentu seperti pukul 0.00 WIB ataupun pukul 1.00 WIB dan pukul 2.00 WIB,” katanya.

Kepala Desa Rahtawu, Rasmadi Didik Ariyadi, menyampaikan, Desa Rahtawu memiliki 68 petilasan. Dari jumlah tersebut, yang paling favorit adalah tujuh tempat, seperti petilasan Eyang Buyut Sakri, Abiyoso, Pandu Dewonoto, Lokojoyo, Junggring Saloko, dan Puntodewo.

“Nantinya kami mempunyai rencana menjadikan Desa Rahtawu sebagai kampung adat dengan seribu petilasan. Sebagai branding menawarkan untuk wisatawan yang berkunjung ke Rahtawu,” ujarnya.

Baca juga: Kades Rahtawu Targetkan Pemasukan Desa di Bulan Sura Capai Rp100 Juta

Salah satu pertapa, Ngatno (62), mengaku jauh-jauh ke Kudus bersama delapan orang keluarganya untuk mandi di Sendang Soko untuk menyucikan diri sebelum melakukan ritual di Petilasan Eyang Buyut Sakri.

Ngatno telah menjalankan ritual itu selama bertahun-tahun. Dia rutin datang ke Kudus tiap Sura untuk bertapa.

“Dulu ayah saya sebelum meninggal, berpesan untuk datang dan mandi ke sini tiap Sura. Tujuan awalnya ke sini, ya, mengikuti jejak orang tua saya, kemudian kami berdoa di sini melalui petilasan Eyang Sakri ini. Kami diberi kesehatan dan rezeki yang berkah oleh Allah SWT,” imbuhnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER