31 C
Kudus
Rabu, Juli 17, 2024

Ojek Muria Disebut Timbulkan Polusi, Dewan Usul Pembangunan Kereta Gantung

BETANEWS.ID, KUDUS – Ojek di wisata religi Sunan Muria dianggap menimbulkan polusi udara. Oleh karenanya, ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus mengusulkan agar keberadaan ojek di Sunan Muria untuk diganti dengan teknologi yang ramah lingkungan.

Ketua Komisi C DPRD Kudus, Rochim Sutopo mengatakan, wisata religis Sunan Muria memang menghasilkan banyak uang bagi para pengojek. Namun, kendaraan atau motor yang mereka gunakan untuk mengangkut peziarah menghasilkan polusi.

Baca Juga: PT Djarum Ngaku Kesulitan Cari Karyawan, Sampai Lakukan Ini

-Advertisement-

“Oleh karena itu, mereka harus diberi pengertian terkait kesejahteraan bagi generasi selanjutnya. Pemerintah Kanupaten (Pemkab) Kudus harus memikirkan program pembangunan lima tahunan untuk wisata religi Muria,” ujar Rochim kepada Betanews.id di @Hom Hotel Kudus, Rabu (3/7/2024).

Agar Gunung Muria tak rusak karena polusi dari asap motor pengojek, Rochim pun mendorong agar Pemkab Kudus mulai memasukan teknologi untuk pengganti mengangkut peziarah di wisata religi Sunan Muria. Jadi pemerintah harus berfikir bagaimana wisata religi itu bebas dari polusi udara dan tak merusak ekosistem di sana.

“Oleh karena itu, Pemkab Kudus harus mulai memikirkan kesejahteraan pengojek dengan cara pembangunan, misalkan kereta gantung untuk mengankut peziarah atau lainnya yang tak menimbulkan polusi udara,” jelasnya.

Disinggung bahwa ide tersebut akan berdampak pada matinya ceruk perekonomian para pengojek Muria, Rochim menuturkan, mereka nanti bisa diakomodir untuk jadi bekerja di Kereta gantung. Bisa jadi operator dan lainnya.

“Jika Pemkab Kudus tak menerapkan kereta gantung, gunung Muria akan rusak karena polusi udara. Selain itu, infrastruktutnya juga bisa rusak,” bebernya.

Mungkin untuk pembangunan kereta gantung, ungkap Rochim, Pemkab Kudus akan terkendala oleh anggaran. Namun, pembangunan bisa dilakukan berjenjang atau multiyears, dengan alokasi anggaran pembangunan per lima tahun secara bertahap, kemungkinan di tahun ketiga atau empat pembangunan kereta gantung terselesaikan.

“Dengan begitu Kudus akan punya gambaran pembangunan yang baik. Jadi kesejahteraan ojek kita pikirkan untuk beralih profesi menjadi tenaga di kereta gantung maupun lainya,” jelasnya.

Baca Juga: Agar Mampu Rawat Cagar Budaya, Disbudpar Kudus Beri Pembinaan ke Puluhan Jupel

Menurutnya, saat kereta gantung sudah beroperasi, hal itu tidak hanya akan mengurangi polusi tapi juga bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dan, ketika pemasukan pajak meningkat tentu untuk kesejahteraan semua.

“Tukang ojek terpikirkan untuk kesejahterannya. Dan lingkunganya terpikirkan, tidak rusak karena polusi,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER