BETANEWS.ID, KUDUS – Jiroyak menggandeng Orion Bima Wicaksana dan Edy Supratno akan memfilmkan Kretek Kudus. Tak tanggung-tanggung, selain untuk memberikan edukasi kepada masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda, mereka juga mentargetkan untuk bisa lolos ke Festival Film Internasional.
Proyek film dokumenter ini berawal dari kegelisahan Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi KPPBC Tipe Madya Cukai Kudus, Sandy Hendratmo Sopan, yang prihatin lantaran hampir semua generasi muda yang ditanya secara acak tidak paham sejarah rokok kretek.
Dari kegelisahan itu, Sandy, kemudian berdiskusi dengan Edy Supratno, sejarawan sekaligus penilis buku Djamhari Penemu Kretek. Singkat cerita, Sandy lalu bertemu sejumlah pemuda yang tergabung di Jiroyak, dan Orion didapuk sebagai penulis naskah.
Baca juga: Sejarah Nama Nojorono, Pelopor Rokok Kretek di Indonesia
Naskah ini lantas didiskusikan dalam Forum Kamis Legen (Kalen) bersama Beta Media di Kantor Beta Media, Jumat (26/7/2024) malam. Selain anggota Forum Kalen, hadir pula perwakilan dari Omah Dongeng Marwah (ODM).
Dalam diskusi tersebut, praktisi perfilman, Diwa Wardana mengomentari alur naskah yang membosankan. Ia lantas memberi masukan, bahwa tiga menit pertama menentukan penonton akan melihat film hingga selesai. Sehingga, di menit-menit awal harus menyajikan hal menarik, agar penonton penasaran.
Ketua Forum Kalen, Fajar Kartika, juga ikut mengomentari judul yang menurutnya secara kalimat kurang pas. Berhubung target film adalah festival internasional, Dosen Sastra Inggris Universitas Muria Kudus itu bersedia membantu dalam penyusunan narasi.
Dukungan juga disampaikan Hasan Aoni Aziz. Ia mengaku sangat antusias dengan rencana pembuatan film tersebut. Bahkan, pria yang akrab disapa Hasan itu bersedia meminjamkan koleksi buku-bukunya yang membahas tentang rokok kretek.
Antusias yang sama juga disampaikan oleh Djoko Herryanto. Â Berhubung produk film yang dipilih adalah dokumenter, pria yang akrab dikenal dengan nama Petroek van Loano (PvL) itu berpesan tiga hal kepada tim. Pertama, untuk lebih banyak memperkaya materi, membangkitkan isnpirasi, dan tuntutan akurasi pada produk filmnya nanti.
Baca juga: Edy Supratno Sebut Sejak 1920an Kudus Sudah Maju Berkat Kretek
Selaku penulis naskah, Orion mengucapkan terima kasih atas masukan dan referensi. Ia mengakui, bahwa naskah tersebut memang masih alih wahana data dari buku Djamhari Penemu Kretek, sehingga masih butuh penyempurnaan secara alur.
Menyambung Orion, Farrel yang akan menyutradarai film tersebut, mengaku bahwa diskusi itu membuat pikirannya semakin terbuka setelah mendapat banyak pengetahuan baru. Setelah diskusi itu, ia akan segera menindaklanjuti bersama Orion dan tim Jiroyak untuk menyusun naskah baru.
Editor: Ahmad Muhlisin

