BETANEWS.ID, PATI – Keluarga almarhum Muhamad Solikin (16), korban meninggal karena aksi duel geng remaja di Pati minta keadilan. Pihak keluarga berharap, dalang dari aksi duel antargeng itu dihukum lebih berat.
Diketahui, duel antargeng yang melibatkan Geng Slow dan Maju Tubruk Geng mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Korban mengalami luka bacok di kepala bagian belakang.
Dari peristiwa yang terjadi pada Minggu (28/7/2024) dinihari itu, tujuh orang ditetapkan tersangka. Mereka berasal dua geng tersebut. Dari tujuh tersangka itu, dua di antaranya sudah berusia dewasa yakni AW (20) dan HP (32).
Baca juga: Ngeri!!! Duel Antar Geng Remaja di Pati Berujung Maut
Kedua orang itu, merupakan ketua masing-masing geng, yang juga diduga merupakan dalang, karena mengatur dan merencanakan aksi duel yang melibatkan korban dan lawannya.
Bukan hanya itu, pihak keluarga menilai, kedua orang yang jadi tersangka itu, sudah berusia dewasa, yang seharusnya bisa berpikir lebih jauh ketika melakukan suatu tindakan.
“Kami tidak meminta lebih, kami percaya proses hukum ini berjalan. Tapi mereka yang seharusnya sudah dewasa, harusnya ada sanksi yang lebih berat. Karena mereka sudah dewasa, karena mereka menjadi otak, dalang sampai terjadinya hilangnya nyawa seseorang,” ujar Agung Hadi Yulistiawan, Kepala Desa Plangitan, yang juga masih keluarga korban, Rabu (31/7/2024).
Baca juga: Duel Geng Remaja Berujung Maut di Pati Awalnya Diduga untuk Konten
Dirinya menyesalkan, dua ketua kelompok geng tersebut memang sengaja mengadu. Ada juga beberapa dua di antara kelompok itu menjadi admin. Dirinya juga menegaskan, agar kasus tersebut tetap ditangani secara hukum.
“Toh kalau kenyataannya kalau masih di bawah umur atau apapun, itu urusan penegak hukum. Tapi yang kami sesalkan, anak yang di bawah umur, apakah punya sifat seperti ini. Ini kan bukan lagi anak di bawah umur,” imbuhnya.

