31 C
Kudus
Sabtu, Juli 20, 2024

Endapan Sungai Gelis yang Kering Sudah Bersih, Siap Ditanami Cabai dan Semangka

BETANEWS.ID, KUDUS – Pendangkalan Sungai Gelis, dimanfaatkan warga sekitar untuk cukupi ketahanan pangan dengan cara ditanami cabai hingga semangka. Selain untuk menambah kebutuhan pangan, hal itu dilakukan lantaran warga yang tinggal di dekat bantaran Sungai Gelis takut akan bahaya ular.

Noor Raichan (61), warga Desa Langgardalem RT 1 RW 2, Kecamatan/Kabupaten Kudus merasa takut dengan keberadaan ular saat kondisi rumput yang menjulang tinggi. Sehingga dia membersihkan alang-alang di sungai saat musim kemarau.

Baca Juga: PT Djarum Ngaku Kesulitan Cari Karyawan, Sampai Lakukan Ini

-Advertisement-

“Karena rumah dekat sini, saya kawatir ada ular. Dari pada tanah kosong, saya babati biar bersih, dipandang mata juga enak. Saya membutuhkan lahan ini karena terpaksa, karena takut ular masuk kerumah. Lalu setelah bersih saya manfaatkan dengan tanaman cabai,” bebernya, saat ditemui di lokasi, Kamis (4/7/2024).

Pemanfaatan lahan itu, sudah dilakukan selama dua tahun terkahir saat musim kemarau tiba. Sebab di musim penghujan, sungai dengan kondisi air yang besar. Penanaman cabai tersebut dengan sistem tanpa sewa atau hanya sebagai langkah pemanfaatan lahan. Sementara untuk ukuran yang ditanami cabai 7×15 meter.

“Lahan tidak sewa, hanya tanami lahan kosong, dari pada runggut banyak ular, jadi dimanfaatkan. Ini sudah yang kedua kalinya, tahun lalu saya tanami ketela dengan hasil untuk dikonsumsi sendiri,” ujar bapak enam anak tersebut.

Hal senada juga dikatakan oleh Jumadi. Pemanfaatan lahan itu juga dilakukan selama dua tahun terakhir. Sebelumnya lahan yang ditanami jagung hasilnya hanya dibagikan kepada tetangga, saat ini ia mencoba tanami buah semangka dengan harapan bisa berbuah besar-besar.

“Hasilnya nanti tergantung buahnya, kalau besar-besar ya bisa dijual. Kalau kecil tidak laku ya dikasih tetangga. Penyiraman memanfaatkan sungai, kadang pakai sanyo. Kalau sudah waktunya menyiram, kondisi badan capek ya disiram pakai sanyo,” jelasnya.

Baca Juga: Agar Mampu Rawat Cagar Budaya, Disbudpar Kudus Beri Pembinaan ke Puluhan Jupel

Ia menambahkan, dalam pembersihan lahan hingga proses penanaman, ia mengaku membutuhkan waktu hingga 13 hari. Dengan ukuran lahan yang dibersihkan sekitar 15×30 meter, katanya mampu menampung sebanyak 200 bibit semangka.

“Kalau untuk kendala tanam di sini, banyak yuyu. Jadi tanaman semangka dimakan Yuyu, sehingga saya harus menanami kembali bibitnya. Ini kan terlihat pertumbuhannya berbeda ada yang memang sudah menjalar ada yang baru ditanami,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER