31 C
Kudus
Sabtu, Juli 13, 2024

Dorong Pelaku UMKM Naik Level, Bea Cukai Beri Kemudahan Ekspor, Ini Syaratnya

BETANEWS.ID, JEPARA – Untuk mendorong para pelaku UMKM di Kabupaten Jepara agar produknya mampu menembus pasar ekspor, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Kudus melakukan sosialisasi kepada 60 pelaku UMKM di Jepara.

Sandy Hendratmo Sopan, Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Kudus mengatakan potensi produk UMKM di Jepara menurutnya cukup beragam. Sehingga ia mendorong agar produk-produk tersebut tidak hanya dijual di pasar lokal.

Baca Juga: Libur Sekolah, Perputaran Uang di Karimunjawa Capai Rp1,2 Miliar per Hari

-Advertisement-

“Hanya saja banyak pelaku UMKM yang masih berfikir bahwa ekspor itu ribet, harus pakai kontainer. Sehingga hari ini kita berikan sosialisasi bahwa kita ada fasilitas kemudahan ekspor bagi pelaku UMKM,” katanya pada Rabu (3/7/2024) di Aula Mall Pelayanan Publik (MPP) Ratu Kalinyamat, Jepara.

Ia menjelaskan fasilitas tersebut berupa Kemudahan Impor Tujuan Ekspor untuk Industri Kecil Menengah (KITE IKM). Pelaku usaha yang mendapat fasilitas tersebut nantinya akan dibebaskan dari biaya impor namun syaratnya barang hasil olahan tersebut harus di ekspor ke luar negeri.

“Khusus pelaku UMKM yang sudah ekspor kita ada fasilitas kemudahan impor tujuan impor. Itu untuk yang skala menengah lah, tapi yang masih industri kecil, yang penting mereka kenal dulu bahwa ekspor tidak ribet,” katanya.

Di Kabupaten Jepara total terdapat 13 pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) yang mendapat fasilitas tersebut. Rata-rata mereka merupakan pelaku usaha furniture.

Selain fasilitas berupa KITE IKM, bea cukai juga membebaskan biaya impor bagi industri yang berada di kawasan berikat. Total nilai transaksi pembebasan biaya impor bagi kawasan berikat ia menyebut setiap harinya bisa mencapai Rp500 juta – 1 Miliar per hari.

Baca Juga: 413 Aplikasi di Jepara Bakal Disatukan Menjadi Samudra

Dengan pembebasan biaya impor tersebut ia berharap mampu mendorong tumbuhnya industri di Kabupaten Jepara. Sehingga ketika industri tumbuh mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mengurangi jumlah pengangguran.

“Jepara ini juga banyak industri yang berada di kawasan berikat, contohnya di Mayong. Sekali impor nilainya bisa mencapai Rp500 juta sampai Rp1 Miliar,” ungkapnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER