31 C
Kudus
Jumat, Februari 13, 2026

Bubur Asyura, Kuliner Khas yang Hanya Ada Setiap Bulan Sura

BETANEWS.ID, KUDUS – Bubur Asyura merupakan kuliner khas yang dibuat setiap bulan Sura. Bahkan kuliner ini sangat dinantikan pada rangkaian buka luwur makam Sunan Kudus 10 Muharram.

Bubur khas itu biasanya dibagikan kepada masyarakat sekitar di lingkup Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus. Terdapat dua jenis wadah dalam pembagian bubur Asyura ini, yaitu wadah Samir (daun pisang berbentuk bundar) dan takir (daun pisang dibentuk kotak).

Baca Juga: Jalan Gondosari-Menawan yang Rusak Parah Akan Diperbaiki pada Agustus

-Advertisement-

Mandor Pendistribusian Bubur Asyura, Zumaila Izdiyana mengatakan, tahun ini dalam pendistribusian bubur Asyura kurang lebih 1.300 bubur dengan wadah samir. Total itu akan dibagikan kepada warga masyarakat sekitar yang berada di area Masjid Menara Kudus, serta kiayi dan alim ulama.

Kemudian dengan wadah takir, ada 300 bubur yang akan dibagikan peserta berjanji dan pengunjung pengajian umum nanti malam.

“Jadi peruntukannya berbeda. Tapi untuk buburnya sama dengan isian toping, tempe, tahu, kecambah, cabai, ikan teri, telur dadar, udang,” bebernya saat ditemui di lokasi pembuatan, Senin (15/7/2024).

Sementara itu, Humas Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK), Denny Nur Hakim mengatakan, pembagian atau pendistribusian bubur Asyura tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. Dimana tahun lalu ada sebanyak 1.292 bubur yang dibagikan kepada masyarakat.

Pembuatan bubur Asyura ini, kata Denny, sebagai tradisi peninggalan ulama terdahulu. Dimana hal itu sebagai rasa syukur atas nikmat yang diberikan untuk Nabi Nuh ketika selamat dari bencana banjir bandang. Saat kejadian tersebut, bertepatan pada hari Asyura, 10 Muharram.

Baca Juga: Ikut Pameran di Solo, Museum Kretek Promosikan Kretek Budaya Asli Nusantara

“Dulu Nabi Nuh memerintahkan umatnya untuk syukuran karena telah selamat dari bencana. Karena bahan makanan yang terbatas, akhirnya makanan yang tersisa dicampur dan diaduk semacam bubur. Hal tersebut dilakukan oleh para ulama dahulu, dan tradisi tersebut diteruskan sampai sekarang,” ungkapnya.

Ia menambahkan, proses pembuatan bubur ada tiga kawah, yang mana dalam pemasakan yang dilakukan dengan tiga kali angkatan. Sehingga ada sebanyak 9 kawah dalam pembuatan bubur Asyura yang akan didistribusikan.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER