BETANEWS.ID, KUDUS – Museum Kretek bakal mengikuti pameran di Monumen Pers Nasional, Surakarta. Ajang tersebut memiliki nilai strategis dalam upaya penguatan kretek sebagai bagian dari sejarah Indonesia.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus, Mutrikah menyatakan, pameran tersebut merupakan peluang bagi Pemkab Kudus guna mengarusutamakan budaya kretek kepada publik secara lebih luas.
“Keikutsertaan kami dalam pameran ini juga sebagai upaya pelestarian warisan budaya daerah, media promosi, komunikasi, dan edukasi untuk memperkenalkan Museum Kretek kepada masyarakat luas,” kata Mutrikah kepada Betanews.id melalui siaran tertulisnya, Sabtu (13/7/2024).
Baca juga: 17 Fosil Purba Museum Patiayam Sudah Mendapat SK Cagar Budaya
Mutrikah mengungkapkan, pameran bersama di Monumen Pers Nasional akan berlangsung pada 22-26 Juli 2024 dengan tema ‘Keberagaman Koleksi Museum Nusantara’. Informasi dari pihak panitia, selain Museum Kretek, akan ada 16 museum dengan berbagai latar budaya dan sejarah.
“Untuk stan Museum Kretek Kudus dalam dalam pameran akan mengusung tema Kretek Budaya Asli Nusantara,” ucapnya.
Ia menegaskan, Museum Kretek merupakan satu-satunya museum yang menyimpan sejarah panjang tentang kretek. Keberadaan stan pamer nantinya, tak hanya sekedar menampilkan barang atau koleksi di Museum Kretek, tetapi juga sejarah dan budaya.
“Agar pengunjung paham, bahwa sejarah atau budaya kretek yang lahir di Kudus ini merupakan budaya asli Indonesia,” ungkapnya.
Saat ini, pihaknya tengah menginstruksikan Unit Pelaksana Tugas Daerah (UPTD) Museum dan Taman Budaya Disbudpar Kudus untuk melakukan pematangan konsep pameran.
Baca juga: Museum Patiayam Tahun Ini Ajukan Proses Regnas Cagar Budaya, Apa Itu?
”Konsepnya adalah konteks sejarah penemuan kretek oleh Hadji Djamhari, industrialisasi kretek oleh Nitisemito, dan awal-awal bertumbuhnya industri kretek yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Kudus,” jelasnya.
Rencananya, lanjut dia, pihaknya akan menampilkan beberapa koleksi Museum Kretek, mulai alat pelinting kretek, koleksi peninggalan Nitisemito, hingga beberapa kemasan kretek generasi terdahulu.
“Selain itu, di stan pameran juga akan ada atraksi melinting kretek hingga displai bahan kretek, seperti tembakau, cengkeh, kayu manis dan pelengkap kretek lain,” imbuhnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

