BETANEWS.ID, KUDUS – Pegadaian Kudus sudah melampaui target pinjaman tahunan sebesar Rp118 miliar. Bahkan, target itu sudah terlampaui hanya dalam waktu enam bulan, yakni sampai Juli.
Kepala Cabang Pegadaian Kudus, Naning Susanti, capaian pinjaman sampai Juli sudah 102 persen atau hampir Rp119 miliar. Itu terdiri dari pinjaman gadai sekitar Rp104 miliar dan pinjaman nongadai Rp15 miliar. Pencapaian itu tak terlepas dari melonjaknya harga emas yang kini naik 140 persen dari akhir tahun lalu.
“Barang jaminan didominasi emas, 99 persen emas, baik perhiasan ataupun logam mulia (emas batangan). Naiknya harga emas sampai 140 persen dari akhir tahun kemarin, otomatis nilai pinjamannya juga ikut naik. Itu yang menjadi faktor pencapaian targetnya lebih mudah,” tuturnya di kantor Pegadaian Kudus, Selasa (30/7/2024).
Baca juga: Pegadaian Kudus Bukukan Omzet Gadai Rp283,9 Miliar di 2023
Dengan harga emas naik, nasabah bisa mendapatkannilai pinjaman lebih besar dengan barang yang sama. Bahakan menurutnya, secara global jumlah pinjaman nasabah naik semua.
Ia mengungkapkan, dengan capaian yang sudah terlampaui itu, bisa saja target akan direvisi. Meski begitu, pihaknya sampai saat ini belum ada instruksi khusus terkait hal itu.
“Biasanya kalau memang target sudah terlampaui, akan ada revisi target. Tapi sampai hari ini belum ada, kami menunggu dari pusat,” jelasnya.
Ia menambahkan, pinjaman nongadai tahun ini kebanyakan dari program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pinjaman KUR di Pegadaian tidak ada jaminan (agunan), serta dengan bunga rendah.
Baca juga: Tanpa Agunan, KUR Pegadaian Laris Manis di Kudus
Produk nongadai dari Pegadaian Kudus meliputi, pinjaman KUR, Kreasi, Amanah, dan RTT (Rahn Tasjily Tanah). Semua pinjaman selain KUR tersebut, ada jaminannya.
“Paling banyak dari program pinjaman KUR. Di mana target pinjaman KUR tahun ini, sebesar Rp7 miliar, sekarang sudah tercapai Rp6 miliar,” imbuhnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

