31 C
Kudus
Rabu, Juli 24, 2024

Air Minum Kh-Q, Andalkan Keberkahan Al-Qur’an di Setiap Tetesnya

BETANEWS.ID, KUDUS – Lantunan ayat suci Al-Qur’an terdengar mengiringi aktivitas karyawan PT Buya Barokah di Jalan Raya Bae-Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Suara itu datang dari seorang pria yang duduk dekat dengan tandon air siap kemas.

Aktivitas pembacaan ayat suci itu sudah jadi bagian tak terpisahkan dari perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK) itu. Bahkan, menurut Manajer PT Buya Barokah, Muhammad Saufik (54), pihaknya setiap hari membacakan Al-Qur’an 30 Juz kepada air yang akan dijual.

Karyawan PT Buya Barokah sedang khatamam Al-Qur’an di dekat produksi air minum. Foto: Kaerul Umam

Saat ini, PT Buya Barokah memiliki dua produk utama, yakni merek BUYA, yang merupakan singkatan dari Badan Usaha Yayasan Arwaniyah, dan merek Kh-Q, singkatan dari Khataman Al-Qur’an.

-Advertisement-

Baca juga: Kisah Bos Teh Kota, Nekat Jual Motor untuk Modal, Kini Punya 600 Outlet

“Itu yang kita unggulkan dalam produk ini. Untuk produk Kh-Q adalah produk unggulan karena sesuai dengan pondok pesantren yang memiliki usaha ini, yaitu Yanbu’a Al-Qur’an,” terang bapak empat anak itu, Selasa (25/6/24).

Saufik menjelaskan, PT Buya Barokah awalnya berdiri di Jalan KH Arwani, Kelurahan Kajeksan No 24, dengan merek pertamanya adalah Buya. Seiring meningkatnya permintaan pasar, kemudian perusahaan mendirikan pabrik yang lebih luas di Desa Gondangmanis pada 2019.

“PT Buya Barokah awalnya bergerak di bidang percetakan. Kemudian ada pengembangan usaha baru, yaitu AMDK. Lalu 2019 kita pindah ke sini. Kalau luas pabrik baru ini sekitar 8.300 meter persegi,” ujarnya.

Baca juga: Kisah Kesuksesan Mahrus Jadi Bos Jeroan: Dari Terlilit Utang, Diusir Warga, hingga Nyaris Dibunuh

Menurut warga Gebog itu, PT Buya Barokah menerapkan standar nasional dalam produksi. Tahapan pertama yakni filterasi menggunakan pasir silika, manganese, antrasit, dan karbon. Tahap kedua adalah penggunaan mesin reverse osmosis (RO) dengan kapasitas 60 ribu kubik per jam. Kemudian tahap terakhir adalah sterilisasi menggunakan ozone dan lampu ultraviolet (UV).

“Selain pengolahan air dengan standar nasional, kami juga punya tujuh tenaga ahli di laborat. Jadi sebelum dikemas, tim laborat kami melakukan uji kualitas airnya terlebih dahulu. Jika sudah dipastikan memenuhi standar, baru masuk ke tahap pengemasan,” beber Saufik.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER