31 C
Kudus
Rabu, Juli 24, 2024

267 TKA di Jepara Ditarget Mampu Sumbang PAD Rp4 Miliar

BETANEWS.ID, JEPARA – Kepala Bidang Tenaga Kerja, pada Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Diskopukmnakertrans) Kabupaten Jepara, Abdul Muidz, mengatakan, saat ini terdapat 267 Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di Kabupaten Jepara.

267 TKA tersebut tersebar di beberapa perusahaan atau industri seperti furnitur, manufaktur, hingga Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak dan Retribusi Daerah, TKA diwajibkan untuk membayar retribusi.

Nilainya sebesar $100 per orang yang harus dibayar setiap bulan. Dari retribusi tersebut, ditarget mampu menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor penggunaan tenaga kerja asing senilai Rp4 Miliar di 2024.

-Advertisement-

Baca juga: PAD Diprediksi Tak Capai Target, Disparbud Imbau Warga Wisata di Jepara Saja

Dari target tersebut, hingga Juli 2024 sudah terealisasi sekitar Rp1 miliar. Sementara itu, menurutnya, dari laporan yang disampaikan oleh beberapa perusahaan, beberapa TKA yang saat ini bekerja di Jepara ada yang tidak memperpanjang kontrak atau masa kerjanya telah selesai.

“Dari informasi yang kita terima, sekitar 100 TKA tidak memperpanjang kontrak atau masa kerjanya sudah habis. Sehingga kita akan mengajukan di APBD perubahan, untuk target nya yang semula RP4 miliar jadi Rp3 miliar,” ungkapnya, Senin (8/7/2024).

Munculnya banyak TKA di Jepara selama ini tidak terlepas dari tingginya penanaman modal asing (PMA). Koordinator Jabatan Fungsional (JF) Penanaman Modal pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jepara, Endang Purwaningsih membeberkan, PMA mendominasi investasi di Kabupaten Jepara.

Baca juga: Libur Sekolah, Perputaran Uang di Karimunjawa Capai Rp1,2 Miliar per Hari

Jumlahnya mencapai 72 persen dari total investasi di Kabupaten Jepara sebesar Rp569 miliar atau 429 proyek.

“Proyek dengan nilai terbesar tetap bersumber dari sektor industri tekstil sebesar Rp225 miliar. Kemudian dari sektor industri barang dari kulit dan alas kaki sebesar Rp126 miliar, serta sektor transportasi sebesar Rp2 miliar,” katanya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER