31 C
Kudus
Rabu, Juni 19, 2024

Usut Kasus Kekerasan pada Santri di Dawe, 3 Perguruan Tinggi Kudus Siap Beri Efek Jera

BETANEWS.ID, KUDUS – Kekerasan yang terjadi pada santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Anfaul Ulum, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus mendapatkan sorotan dari banyak pihak. Bahkan, tiga perguruan tinggi yaitu Universitas Muria Kudus (UMK), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus, dan Universitas Muhammadiyah Kudus (Umku) terjun langsung ikut mengusut kasus tersebut.

Mereka akan membantu Jaringan Perlindungan Perempuan dan Anak (JPPA) Kudus mendampingi santri yang jadi korban kekerasan oleh pengurus ponpes. Mengingat, akibat kekerasan tersebut, tangan korban melepuh dan harus dirawat di rumah sakit. Kini korban yang masih di bawah umur juga mengalami trauma.

Dekan Fakultas Hukum UMK, Hidayatullah, mengatakan, kasus kekerasan santri ini harus ditangani secara serius karena sudah menjadi perhatian luas terhadap dunia pendidikan di Kabupaten Kudus.

-Advertisement-

Baca juga: Gara-Gara Merokok, Santri di Kudus Diduga Dihukum Pengurus Ponpes  hingga Tangan Melepuh

“Jangan sampai ada kesan kekerasan di lingkungan pendidikan, termasuk pondok pesantren adalah hal yang lumrah dan biasa. Jika dibiarkan, kasus serupa berpotensi akan terus berulang karena tidak ada efek jera,” ujarnya melalui siaran tertulisnya kepada Betanews.id, Selasa (11/6/2024).

Menurutnya, dalam kasus ini korban sampai mengalami cacat fisik dan butuh biaya rumah sakit yang tentunya tidak sedikit.

“Kasus ini menjadi momentum untuk menunjukkan kepada pengelola lembaga pendidikan, bahwa jika kasus serupa berakhir dengan mediasi, dikhawatirkan tidak ada efek jera. Karena itu kami berkepentingan melakukan pendampingan pada kasus ini,” bebernya.

Hidayatullah mengatakan, pihaknya bersama dua kampus lainnya akan menerjunkan paralegal untuk bersama-sama tim hukum JPPA Kudus mengawal kasus tersebut. Melihat kondisi korban, tentu tidak bisa menjadi alasan jika nanti kasus tersebut diselesaikan melalui upaya restorative justice (perdamaian).

Baca juga: Disambati Modal Pedagang Pasar Babe yang Terbakar, Pj Bupati Kudus: ‘Tidak Janji’

Sementara itu, Ketua JPPA Kudus, Noor Haniah, menyampaikan, ada informasi yang ditutupi dalam peristiwa ini, termasuk belasan korban lainnya yang mendapat hukuman serupa. Jumlah santri yang mendapat hukuman pun berbeda antara keterangan dari ponpes dan pihak kepolisian.

“Selain itu, keluarga korban juga mulai mendapat tekanan agar kasus ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Jadi kehadiran tiga perguruan tinggi ini yang akan bergabung dengan JPPA dan tim hukum kami, sangat penting untuk mengawal hak-hak korban,” katanya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
139,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER