31 C
Kudus
Kamis, Juli 18, 2024

Sejumlah Tokoh dan Aktivis Kritisi Proses Rekrutmen Pilkada Jepara

BETANEWS.ID, JEPARA – Puluhan tokoh dan aktivis yang tergabung dalam Lingkar Diskusi Nilai Hijrah (Li Dinihi) mengadakan diskusi dengan tema ‘Jepara di Simpang Jalan’. Diskusi tersebut membahas proses rekrutmen kepemimpinan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jepara 2024.

Penggagas diskusi, Ismail Alkaf, menyampaikan, kegiatan tersebut bertujuan untuk mencari informasi sebanyak mungkin terhadap figur yang akan berkontestasi dalam Pilkada.

“Sampai saat ini kita hanya melihat banyak baliho dan spanduk yang bertebaran di tepi jalan bahkan sampai pelosok desa, tanpa kita tahu latar belakang dan rekam jejak mereka. Tema Jepara di Simpang Jalan itu berarti jangan sampai kita salah pilih pemimpin,” katanya di Pondok Pesantren Walisongo Pecangaan Kulon, Kecamatan Pecangaan, Kamis (20/6/2024).

-Advertisement-

Baca juga: Baliho Kapolda Jateng hingga Crazy Rich Grobogan di Jepara Diturunkan Paksa

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Pengasuh Pesantren Indonesia (MP3I) Kabupaten Jepara, Muhammad Rosif Arwani. Menurutnya, memilih pemimpin harus jeli dan cermat, terutama dalam membaca profil bakal calon bupati.

“Siapakah dia? Siapa saja yang ada di belakangnya? Apa gagasannya untuk membangun Jepara? itu juga penting untuk diperhatikan,” katanya.

Dari sekian nama yang sudah menyatakan diri untuk maju dalam Pilkada, menurutnya, masih sangat sedikit informasi yang disampaikan kepada masyarakat tentang sosok bakal calon tersebut.

Sementara itu, pembina Konsorsium Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jepara, Djoko Tjahjo Poernomo, mengatakan, dalam memilih pemimpin terdapat prasyarat dan nilai-nilai yang bisa dijadikan patokan.

Baca juga: Didukung Anggota Santri Gayeng, Kiai Muda Jepara Mantap Nyabup Lewat PPP

Salah satu yang menurutnya bisa dijadikan patokan yaitu nilai kepemimpinan Jawa Asthabrata yang punya delapan unsur. Delapan unsur tersebut melambangkan sifat, watak, karakter, dan perilaku pemimpin.

“Kita juga harus tahu bibit, bobot, dan bebet calon pemimpin kita. Semua harus kita kaji secara ilmiah dan rasional. Jangan sampai calon bupati nantinya memiliki cacat hukum atau berpotensi melakukan tindakan melawan hukum,” tegas Djoko.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER