31 C
Kudus
Selasa, Juli 16, 2024

Sebut Pemkab Kudus Tak Becus Urus Sampah, Masan Usul Dikelola Pihak Ketiga

BETANEWS.ID, KUDUS – Persoalan sampah di Kabupaten Kudus sudah sangat kompleks dan tak kunjung terselesaikan. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanjungrejo yang overload dan alat berat yang usang serta sering rusak, menjadikan pembuangan sampah terhambat.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus, Masan, mendorong agar pengelolaan sampah di Kota Kretek dikelola pihak ketiga. Dengan begitu, pengelolaan sampah akan lebih profesional.

“Kalau memang Pemkab Kudus dalam hal ini Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) tidak mampu, lebih baik pengelolaan sampah di pihak-ketigakan saja. Kan lebih gampang,” ujar Masan saat meninjau TPA Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Selasa (25/6/2024).

-Advertisement-

Baca juga: TPA Overload, Kendaraan Sampah Antre Berjam-Jam Bahkan Ada yang Sampai Terguling 

Masan menuturkan, pengelolaan sampah tersebut tak hanya di TPA Tanjungrejo saja, tapi meliputi pengambilan sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di desa-desa. Jadi truk-truk pengangkut sampah itu juga di pihak ketigakan.

“Kita serahkan ke pihak ketiga semua. Agar pengelolaan sampah di Kudus lebih profesional. Kalau pengelolaan sampah begini kan nggak oke, menurut saya,” tegas Masan.

Selain itu, Masan juga mempunyai wacana agar pengelolaan sampah di Kudus agar menggunakan teknologi. Menurutnya, sudah saatnya ada teknologi pengolahan sampah di TPA Tanjungrejo.

“Pemkab Kudus bisa melihat daerah lain yang sudah berhasil dalam pengelolaan sampah menggunakan mesin. Harganya tidak harus mahal,” ungkap politikus PDI Perjuangan tersebut.

Masan juga mendorong agar persolaan sampah itu bisa diselesaikan di tingkat desa. Menurutnya, saat ini sudah ada beberapa desa di Kudus yang sudah berhasil dalam pengelolaan sampah warganya.

Baca juga: Kudus Darurat Sampah, Masan: ‘Kinerja Kepala Dinas PKPLH Elek’

“Di antaranya Desa Prambatan Kidul, Kedungdowo dan beberapa desa lainnya. Mesinnya tidak perlu mahal. Sebab, siswa SMK Ma’arif Kudus itu bisa membuat mesin pengolahan sampah dengan harga yang cukup terjangkau,” ungkapnya.

Ketika persoalan sampah sudah bisa diselesaikan di tingkat desa, tutur Masan, maka akan mengurangi volume yang akan dibuang ke TPA Tanjungrejo. Sehingga, istilah TPA overload dan Kudus darurat sampah itu tak ada.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER