31 C
Kudus
Rabu, Juli 17, 2024

Percepat Penurunan Angka Stunting, Pemkab Kudus Andalkan Si-Cantik

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus melalui Dinas Kesehatan meluncurkan Si-Cantik (aksi cegah anak stunting dengan intervensi kolaboratif), di Hotel @Hom, Kamis (20/6/2024). Program ini diharapkan mampu menurunkan angka stunting sesuai target nasional.

Penjabat (Pj) Bupati Kudus, Muhamad Hasan Chabibie, sangat mengapresiasi peluncuran Si-Cantik ini. Menurutnya, ini bisa menjadi gerakan kolaboratif dalam menurunkan angka stunting yang sebetulnya trennya sudah turun.

“Tapi dengan Si-Cantik ini akan lebih digenjot lagi dalam penurunan angka stunting. Sebab, akan sangat berpengaruh terhadap masa depan anak-anak kita semua,” ujar Hasan.

-Advertisement-

Baca juga: Angka Stunting di Kudus Diklaim Turun dari 19 Jadi 16,8 Persen di 2023

Menurut Hasan, program ini akan melibatkan berbagai stakeholder, mulaiperusahaan swasta, perguruan tinggi, rumah sakit, hingga tokoh masyarakat.

“Supaya masing-masing pihak mau turun tangan menyelesaikan atau kemudian bisa membantu penurunan angka stunting di Kudus. Tentu ini sebuah gerakan yang positif dan patut diapresiasi,” bebernya.

Terkait teknis pelibatan pihak swasta, kata Hasan, Dinas Kesehatan sudah punya data wilayah-wilayah yang angka stuntingnya cukup tinggi. Nantinya, wilayah tersebut akan jadi fokus penanganan.

“Penanganannya nanti dikeroyok bersama-sama antara Pemkab Kudus dan perusahaan-perusahaan swasta. Sehingga diharapkan, wilayah-wilayah yang angka stuntingnya tinggi itu bisa segera turun,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Andini Aridewi, menambahkan,  target angka stunting di Kota Kretek pada akhir 2024 harus sudah kurang dari 14 persen. Sementara di akhir 2023, angka stunting masih di 15,7 persen.

Baca juga: Bantu Tangani Stunting, Ini yang Akan Dilakukan Praja IPDN saat Magang di Kudus

“Melalui Si-Cantik ini penanganan stunting di Kudus akan disengkuyung bersama. Karena penanganan stunting tak mungkin dilakukan satu atau dua pihak saja,” bebernya.

Andini mengungkapkan, sebanyak 15,7 persen balita di Kudus yang terkena stunting itu hasil pengukuran melalui survei kesehatan Indonesia, yang sifatnya sampling. Sementara dari hasil pengukuran melalui pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat dengan penimbangan serentak itu didapatkan angka 2.758 kasus stunting.

“Hasil tersebut belum 100 persen dilakukan pengukuran atau baru antara 80 sampai 85 persen. Sedangkan jumlah sasaran ada 54 balita,” ungkapnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER