31 C
Kudus
Sabtu, Februari 14, 2026

Penghulu di Jepara Kewalahan Layani Masyarakat Saat Musim Nikah

BETANEWS.ID, JEPARA – Bulan Besar atau Dzulhijjah selain menjadi momen datangnya Hari Raya Idul Adha, juga dikenal sebagai bulan atau musim nikah. Salah satunya di Kabupaten Jepara. Hal tersebut membuat penghulu kewalahan dalam melayani permintaan masyarakat.

Kasi Binmas, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jepara, Samsul Arifin mengatakan bagi sebagian besar masyarakat Jepara masih percaya terhadap adanya hari baik terutama dalam melangsungkan pernikahan.

Baca Juga: KPU Jepara Petakan 3.413 TPS Pada Pilkada 2024

-Advertisement-

Ia menyebut terdapat tiga masa atau waktu yang dipercaya masyarakat sebagai hari baik. Yaitu di Bulan Syawal, Dzulhijjah, dan Sya’ban.

Akan tetapi di Jepara hanya ada 18 penghulu yang tersebar di 16 kecamatan. Sehingga pada bulan-bulan itu, para penghulu harus menikahkan lebih dari batasan yang sesuai aturan, yakni 12 lokasi dalam sehari.

“Volume orang yang daftar nikah pada bulan itu biasanya banyak. Jadi agak kerepotan terkait menyesuaikan jadwal yang diminta masyarakat,” katanya pada Jumat (7/6/2024).

Selain hari, masyarakat juga masih banyak yang percaya terhadap jam saat akan melangsungkan akad pernikahan. Sehingga seringkali masyarakat tidak bisa berkompromi dengan pihak Kantor Urusan Agama (KUA) terkait jadwal akad nikah.

“Maksimal sehari kan 12. Padahal masyarakat mintanya hari baik, semua daftar pada hari itu. Dalam praktiknya, misalnya dalam bulan Besar seperti ini bisa 15 sampai 20 akad. Kerja mulai pagi sampai malam,” ujarnya.

Dengan banyaknya jadwal akad nikah, para penghulu harus pintar-pintar membagi waktu untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Para penghulu biasanya memberi jeda waktu antara satu tempat ke tempat lain, selama setengah jam hingga satu jam.

Baca Juga: Manusia Gua di Jepara Akhirnya Dijemput Polisi

Dengan kondisi saat ini, menurut Samsul, Kemenag Jepara tidak bisa berbuat banyak. Karena memang formasi penghulu masih terbatas.

“Khusus bulan Besar ini ya, kami harapkan antara KUA dan masyarakat bisa saling memahami. Bagaimana kami selaku petugas bisa memberi pelayanan yang memuaskan untuk semua masyarakat. Yang masyarakat juga mau mengerti, penghulu ini terbatas,” pesannya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER