31 C
Kudus
Sabtu, Juni 15, 2024

Lagi-lagi di Pati, “P Gelut” Berujung Maut, Satu Pemuda di Sukolilo Tewas Dibacok

BETANEWS.ID, PATI – Kecamatan Sukolilo kembali menjadi trending di media sosial terkait kasus penganiayaan yang berujung maut.

Kali ini, seorang pemuda asal Desa Wegil, Kecamatan Sukolilo, Pati, harus meregang nyawa akibat sabetan senjata tajam di bagian punggungnya. Peristiwa maut itu terjadi di perbatasan Desa Wegil dan Prawoto pada Sabtu (8/6/2024) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.

Baca Juga: Pati Keras! Pemilik Rental Tewas Dihajar Massa saat Ambil Mobil di Sukolilo Pati

-Advertisement-

Peristiwa ini pun membuat heboh masyarakat. Sebab, video terkait peristiwa yang terjadi tadi malam itu berseliweran di media sosial.

Dalam video yang beredar, tampak seorang pria yang diketahui merupakan Kepala Desa Wegil, Heri Priyanto sedang marah-marah ke sejumlah pemuda di depan jenazah yang tergeletak di Puskesmas 2 Kecamatan Sukolilo, Pati. Video berdurasi sekitar 1 menit itu, menampilkan sejumlah pemuda itu tertunduk saat dimarahi.

“Iki kepie? Mbalik iso? Nek wes ngene ki kepie? Deleng koncomu iki, koncomu ta ora? Nek wes ngene ki pie? Ora iso mbalik iki Le!” tanya Heri dalam video tersebut.

Dalam video itu para pemuda tersebut tidak menjawab dan hanya tertunduk. Sementara itu, dalam narasi yang beredar disebutkan Sukolilo berduka.

“Sukolilo berduka lagi di jalan Wegi-Prawoto,” tulis narasi tersebut.

Terkait dengan peristiwa pembacokan yang mengakibatkan salah satu warganya meninggal itu, Heri Priyanto menyebut, bahwa tadi malam terjadi tawuran antardua kelompok.

“Yang kelompok satu belum diketahui, tapi yang meninggal itu warga saya, yaitu Galih, ” ungkapnya.

Kades pun menceritakan, bahwa tadi malam sekitar pukul 01.00 WIB, dirinya ditelepon Kades Prawoto, bahwa diminta untuk datang, karena ada warganya yang kena musibah.

Ia pun segera meluncur ke Puskesmas Prawoto dan mendapati salah satu warganya sudah meninggal. Di bagian punggung korban, didapati luka bacok.

Kades mengatakan, dari informasi yang didapatkan dari warganya, peristiwa tawuran yang menyebabkan satu warganya meninggal dunia itu, berawal dari saling tantang di media sosial.

Baca Juga: Korban Perampokan di Pucakwangi Alami Trauma, Tak Berani Lagi Tidur di Rumah

“Kalau informasi dari warga saya itu saling tantang di Facebook. Yang kelompok dari warga saya itu membawa empat motor, ada 8 orang, yang satu meninggal dan satu luka-luka.Sedangkan dari pihak lawan membawa lima hingga enam motor,” sebutnya.

Terkait peristiwa berdarah itu, saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan, termasuk melakukan autopsi jenazah korban dan olah TKP.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
139,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER