31 C
Kudus
Sabtu, Juni 15, 2024

Korban Perampokan di Pucakwangi Alami Trauma, Tak Berani Lagi Tidur di Rumah

BETANEWS.ID, PATI – Siti Muawanah (46), warga Dukuh Puluhan RT 1 RW 5, Desa Sokopuluhan, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati yang menjadi korban perampokan di rumahnya kini mengalami trauma.

Peristiwa yang terjadi pada Senin (3/6/2024) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB itu, membuat penjual emas tersebut tidak berani lagi tidur di rumah. Siti Muawanah, terpaksa harus mengungsi ke rumah keluarganya akibat kejadian tersebut.

Baca Juga: PKB Keluarkan Rekomendasi Tahap I untuk Sudewo sebagai Cabup Pati

-Advertisement-

Siti, yang pada peristiwa itu mengalami penyekapan hingga pemukulan dan diikat tangannya itu, sampai saat ini masih terus teringat peristiwa dramatis itu.

“Kondisi ibu masih sangat trauma, kan yang dianiaya ibu. Jadi ibu masih sangat trauma. Dan malemnya, ibu tidak tidur di rumah, tapi tidur di rumah keluarga,” ujar Rosihul Jannan, putra dari Siti Muawanah, Kamis (6/6/2024).

Dirinya menyebut, bahwa trauma yang dialami oleh ibunya cukup panjang. Sehingga, menyebabkan ibunya tersebut belum berani tidur di rumah sendiri.

“Kalau lihat kasur tempat ibu tidur itu, ya teringat kejadian. Seperti disekap, diapain gitu, ” imbuhnya.

Ia menyebut, peristiwa perampokan yang menimpa ibunya itu sudah dilaporkan ke polisi. Meski begitu, pihaknya belum mendapatkan perkembangannya sampai dengan saat ini.

“Sudah lapor ke polisi, tapi ya seperti itu saja. Kemarin sempat didatangi dari Polresta, kirain di kasih perkembangan kasusnya, tapi ternyata tanya-tanya doang. Belum ada perkembangan, ” ungkapnya.

Terkait dengan kasus perampokan itu, dirinya dan keluarga mendatangi Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Teratai.

Dirinya berharap, kasus perampokan yang menimpa ibunya itu bisa segera ada perkembangan. Sehingga pelakunya segera tertangkap.

“Kami ke sini mau minta bantuan dari kuasa hukum. Karena kami dari desa, tidak tahu apa-apa , apalagi kasusnya ini besar. Jadi perihal hukum, kita serahkan ke yang lebih tahu. Harapannya bisa segera ditangkap,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, komplotan perampok menyatroni rumah seorang janda yang merupakan penjual emas di Dukuh Puluhan RT 1 RW 5, Desa Sokopuluhan, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati.

Perampokan yang menimpa Siti Muawanah (46) ini terjadi saat penghuni rumah sudah dalam kondisi tertidur lelap. Yakni sekitar pukul 01.00 WIB pada Senin (3/6/2024).

Di rumah, Siti memang hanya tinggal berdua dengan ibunya yang sudah berusia lanjut bernama Mafuah.

Salah satu anggota keluarga korban, Ahmad Rozi, mengatakan, bahwa Siti dan ibunya saat kejadian tidak mendengar saat pelaku masuk ke dalam rumah melalui pintu belakang.

Para pelaku yang berhasil masuk ke dalam rumah kemudian langsung membekap Siti dan ibunya.

“Kurang lebih pukul 01.00 komplotan perampok masuk ke rumah lewat pintu belakang. Pintu dibobol. Tuan rumah baru sadar ketika mulutnya dibekap,” ujarnya.

Saat berada di dalam rumah, para pelaku melengkapi diri dengan celurit.

Setelah membekap penghuni rumah, para pelaku meminta Siti untuk menunjukan brankas penyimpangan emas dan uang miliknya.

Saat itu Siti berusaha melawan pelaku, namun karena kalah jumlah, perlawanannya tak membuahkan hasil.

“Mulutnya sampai bengkak. Setelah itu seluruh wajah korban dan Mbah (ibunda Siti) dilakban sampai hanya terlihat matanya. Tangan juga dilakban,” ungkap Rozi.

Sementara Mafuah yang lanjut usia disekap dalam kamar.

Para perampok mengambil semua isi brankas yakni uang tunai Rp 40 juta dan perhiasan emas dengan berat total sekitar 1 kilogram.

Saat perampok pergi, Mafuah yang disekap dalam kamar sempat melihat kendaraan yang datang menjemput komplotan perampok.

Menurut Rozi, Siti memang hanya tinggal berdua dengan ibunya. Suami Siti sudah meninggal dunia.

“Di rumah ini yang tinggal hanya dua orang perempuan. Sebetulnya punya dua orang anak, tapi semuanya di pondok pesantren,” ucapnya.

Baca Juga: Ibu dari Calon Pengantin yang Tewas Mengenaskan, Minta Pelaku Dihukum Mati

Rozi menyebut, berdasarkan penuturan korban, beberapa hari terakhir memang ada sosok mencurigakan yang sering lewat di sekitar rumah.

“Versi Mbah (Mafuah) memang beberapa hari sebelumnya ada beberapa orang yang sering lewat bawa karung seperti orang ngarit. Tapi kan tidak bisa dicurigai karena di sini biasa ada orang ngarit lalu-lalang,” katanya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
139,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER