31 C
Kudus
Rabu, Juli 17, 2024

Kisah Perjuangan Persiku: Bentuk Tim Bermodal Rp7 Juta hingga Sukses Promosi Liga 2

BETANEWS.ID, KUDUS – Persiku dipastikan akan berlaga di Liga 2 pada musim depan. Lolosnya tim Macan Muria ke kompetisi nomor dua di Indonesia tentu sangat membanggakan bagi masyarakat Kudus. Apalagi, tim besutan Denny Rumba itu dibentuk dengan dana awal hanya Rp7 juta.

Manajer Persiku, Muhammad Ilham Akbar, bersyukur tim kebanggaan masyarakat Kudus bisa promosi ke Liga 2 setelah penantian selama 10 tahun. Menurutnya, untuk naik kasta dari Liga 3 ke Liga 2 perjuangannya sangat-sangat luar biasa.

“Hal tersebut tentu perjuangan doa semua elemen. Tak hanya tim manajemen, tapi juga seluruh masyarakat Kudus yang cinta dengan Persiku,” ujar Ilham saat ditemui di tokonya di Pasar Kliwon Kudus, Selasa (18/6/2024).

-Advertisement-

Baca juga: Denny Rumba Ungkap Kondisi Keuangan Persiku hingga Jadi Pelecut Promosi ke Liga 2

Ilham mengungkapkan, awal Suporter Macan Muria (SMM) mengambil alih kepengurusan manajer Persiku. Menurutnya, hal itu sebagai bentuk penyelamatan tim agar tetap bisa berlaga di Liga 3. Sebab, saat itu hampir tak ada orang yang bersedia menjadi manajer Persiku.

“Apabila tak ada manajer dan Persiku tak berlaga di Liga 3, nasib tim Macan Muria bisa buruk, akan tenggelam. Kemarin saya ikut kongres PSSI, bahwa rencananya ada Liga 4. Liga tersebut untuk strata di bawah Liga 3. Bisa jadi ketika Persiku tak ikut Liga 3 musim lalu malah bisa terjerembab ke Liga 4,” bebernya.

Oleh karena itu, kata dia, SMM kemudian mengambil alih manajemen Persiku. Hal itu sebagai panggilan hati untuk menyelamatkan tim Macan Muria.

“Manajemen bisa berganti, pelatih bisa berganti, pemain juga bisa silih berganti, tetapi hanya suporter yang tak akan berganti. Itulah yang membuat tekad kami kuat, bahwa Persiku kita sengkuyung bareng agar tetap bisa berlaga di Liga 3,” tegas Ilham.

Baca juga: Stadion Djarum Tak Bisa Digunakan Persiku untuk Arungi Liga 2

Pada awal dinahkodainya, lanjut Ilham, Persiku tak ada dana. Kemudian ia dan teman pun iuran serta berinisiatif untuk mengamen di acara Car Free Day (CFD) dan meminta-minta agar dapat dana untuk Persiku.

“Pada saat itu terkumpul uang Rp 7 juta. Dengan uang tersebutlah kami mulai membentuk tim. Uang itu kami buat untuk uang muka mengontrak pelatih dan pemain,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER