31 C
Kudus
Selasa, Juli 16, 2024

Jemaah Haji Asal Pati yang Meninggal di Makkah Bertambah jadi Tiga Orang

BETANEWS.ID, PATI – Kabar duka kembali datang dari Makkah. Jemaah haji asal Kabupaten Pati yang meninggal dunia bertambah dua orang lagi. Dua jemaah haji yang meninggal tersebut adalah Saripah Banjar Surodipo (84) yang tergabung dalam kloter 77 dan Mohammad Zaenudin (56) yang tergabung dalam kloter 79.

Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah pada Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati, Abdul Hamid, mengatakan, kedua jemaah haji meninggal pada Sabtu (22/6/2024).

“Iya, total sampai saat ini ada tiga jemaah yang meninggal. Untuk yang dua, meninggal pada Sabtu kemarin,” ujar Abdul Hamid, Senin (24/6/2024).

-Advertisement-

Baca juga: Djumadi, Jemaah Haji Asal Plangitan Pati Meninggal di Makkah

Ia menyebut, berdasarkan laporan dari petugas kloter, keduanya sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit sebelum dinyatakan meninggal dunia.

Diketahui, sebelumnya satu jemaah haji asal Pati meninggal dunia pada Rabu (19/6/2024) lalu. Jemaah bernama Djumadi Joso Sagini itu, meninggal pada usia 71 tahun di Arab Saudi usai melaksanakan ibadah haji.

Abdul Hamid mengatakan, jenazah Djumadi langsung dimakamkan di Makkah. Ia menyebut, jemaah haji asal Desa Plagitan, Kecamatan Pati itu mengalami sakit usai melaksanakan ibadah haji.

”Ada satu jemaah haji yang mengikuti program safari wuquf meninggal dunia. Tapi posisinya sudah selesai melaksnakan ibadah haji,” ujar Abdul Hamid.

Ia mengatakan, ibadah haji tahun ini tergolong berat. Sebab, suhu di Makkah saat ini tergolong ekstrem. Jemaah haji diuji dengan hawa panas hingga 48 derajat saat menjalankan ibadah haji.

”Perjuangannya lumayan berat. Karena saat kegiatan di masyair di Arafah Muzdaifah, Mina, suhu mencapai 48 derajat celcius. Belum lagi keterbatasan lokasi di Arafah, Muzdalifah dan Mina,” ungkapnya.

Baca juga: Update Kondisi Calhaj Kudus di Tanah Suci: “Masih Komplit”

Terkait dengan kondisi tersebut, pihaknya memberikan alternatif kepada jemaah haji untuk mengambil murur, yakni melintasi Muzdalifah tanpa singgah dan bermalam. Begitu juga dengan Tanazul, yaitu pengajuan kepulangan lebih cepat dari jadwal yang seharusnya.

Alhamdulillah skema murur dan tanazul ini lumayan efektif membantu jemaah, meskipun membawa korban syuhada,” ucapnya.

Pihaknya berharap, tidak ada lagi jemaah haji asal Kabupaten Pati yang wafat hingga pemulangan nanti.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER