31 C
Kudus
Kamis, Juli 18, 2024

Gakkum LHK Telusuri Dugaan Pencucian Uang Tambak Udang Karimunjawa

BETANEWS.ID, JEPARA – Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) mulai menulusuri adanya dugaan tindak pidana pencucian uang yang dilakukan oleh empat tersangka kasus pencemaran lingkungan akibat limbah tambak udang di Karimunjawa.

Dirjen Gakkum LHK, Rasio Ridho Sani mengatakan saat ini ia sudah memerintahkan kepada Kepala Balai Gakkum LHK Wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara (Jabalnusra) agar segera melakukan koordinasi kepada Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri hal tersebut.

Baca Juga: DPRD Curiga Ada Intervensi Penyaluran Kredit Bank Jepara Artha

-Advertisement-

“Kami akan menyiapkan juga rekan hukum tindak pidana pencucian uangnya, karena kami meyakini ada dugaan pencucian uang dari kejahatan yang dilakukan oleh para tersangka,” katanya saat melakukan Pers Release di Kantor Kejaksaan Negeri Jepara, Kamis (13/6/2024).

Dalam menangani kasus pencemaran lingkungan di Karimunjawa, tim penyidik dari Dirjen Gakkum akan menuntut empat orang tersangka dengan pasal berlapis.

Yaitu gugatan tindak pidana konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem dengan ancaman pidana paling lama sepuluh tahun dan denda maksimal Rp100 juta.

Serta gugatan tindak pidana perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dengan ancaman pidana penjara paling lama sepuluh tahun dan denda maksimal Rp10 miliar.

“Selain itu kita juga akan menggugat secara perdata untuk mengganti kerugian dan pemulihan lingkungan,” tambahnya.

Namun untuk berapa nominal dari gugatan perdata tersebut, saat ini masih dalam tahap penghitungan oleh tim ahli.

Baca Juga: 25 Ribu Hewan Ternak di Jepara Sudah Vaksin, Siap untuk Kurban

“Saat ini tim sedang memvinalisasi potensi-potensi kerugian yang akan kita ajukan gugatan perdatanya. Berapa nilainya nanti akan kami sampaikan,” katanya.

Gugatan secara berlapis tersebut dilakukan karena kasus pencemaran lingkungan akibat limbah tambak udang di Karimunjawa sudah menyita perhatian dari berbagai pihak. Selain itu juga untuk memberikan efek jera bagi para tersangka dan pelaku kerusakan lingkungan lainnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER