31 C
Kudus
Sabtu, Juli 13, 2024

DPRD Kudus Sayangkan SiLPA APBD Kudus 2023 yang Mencapai Rp281 M

BETANEWS.ID, KUDUS – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus menggelar rapat paripurna dengan agenda Penjelasan Penjabat (Pj) Bupati Kudus terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2023, Rabu (12/6/2024).

Dalam paparannya, Pj Bupati Kudus M Hasan Chabibie, menyampaikan, target pengelolaan pendapatan daerah pada 2023 sebesar Rp2,236 triliun. Dalam pelaksanaannya, mampu terealisasi Rp2,276 triliun atau tercapai 101,75 persen.

“Pendapatan Daerah tersebut berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pendapatan Transfer, dan pendapatan daerah lain-lain yang sah,” ujar Hasan.

-Advertisement-

Baca juga: DPRD Kudus Beri Masukan Ranperda RPJPD 2025-2045 dari Ekonomi hingga Pendidikan

Hasan merinci, untuk target PAD Kudus sebesar Rp473,6 miliar, terdiri dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan lain-lain. Dalam realisasinya, mampu tercapai Rp502,3 miliar atau 108,05 persen.

“Pendapatan Transfer ditarget Rp1,760 triliun, mampu terealisasi Rp1,772 triliun atau 100,68 persen. Sedangkan pendapatan daerah lain-lain yang sah, yakni hibah, hanya terealisasi 45,78 persen. Dari target Rp2,7 miliar hanya terealisasi Rp1,2 miliar,” bebernya.

Realisasi pendapatan Pemkab Kudus pada 2023 yang melampui target tak berbanding lurus dengan belanja dan transfer daerah. Pasalnya, belanja dan transfer daerah 2023 yang ditetapkan Rp2,6 triliun hanya terealisasi Rp2,3 triliun atau 90,84 persen.

Meski begitu, terjadi defisit anggaran pada 2023 sebesar Rp108 miliar. Hal itu terjadi karena realisasi belanja dan transfer daerah yang mencapai Rp2,3 triliun, sementara realisasi pendapatan daerah Rp2,2 triliun.

Baca juga: Warga Keluhkan Jalan Rusak, Masan: ‘Anggaran Ada tapi Tak Segera Dibangun’

Namun, kata dia, defisit anggaran sebesar Rp108 miliar tersebut mampu ditutup dengan pembiayaan netto sebesar Rp389,6 miliar. Sehingga kemudian, terjadi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp281 miliar.

“SiLPA sebesar Rp281 miliar tersebut terdapat SiLPA yang dibatasi penggunaannya (terikat) sebesar Rp127 miliar dan SiLPA tidak terikat sebesar Rp153,8 miliar,” rincinya.

Wakil DPRD Kudus, Tri Erna Sulistyawati, menyampaikan, SiLPA APBD 2023 itu cukup besar. Dia pun mendorong agar Pemkab Kudus bisa lebih maksimal lagi dalam penyerapan APBD 2024.

“Kami meminta agar SiLPA anggaran 2024 bisa diminimalkan. Pemkab harus bisa lebih maksimal bekerja untuk menyerap anggaran,” ujar Erna.

Baca juga: Masan Tegaskan Temuan BPK Harusnya Tak Hambat Serapan APBD Kudus 2024

Pihaknya sangat menyayangkan apabila APBD terjadi SiLPA yang terlalu besar. Itu artinya, APBD yang dialokasikan untuk kesejahteraan masyarakat tak bisa terakomodir dengan baik.

“Harusnya Pemkab Kudus bisa lebih memaksimalkan lagi penggunaan APBD agar alokasinya bisa dirasakan kemanfaatannya oleh masyarakat secara luas,” tandasnya. (adv)

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER