31 C
Kudus
Selasa, Juli 16, 2024

Berantas Judi Online, Polres Jepara Bakal Lakukan Patroli Syber

BETANEWS.ID, JEPARA – Dalam rangka memberantas peredaran judi online, Satuan Resert Kriminal (Satreskrim) Polres Jepara akan segera menerjunkan tim syber untuk mendalami berbagai hal yang berkaitan dengan judi online.

Kasatreskrim Polres Jepara, AKP Yorisa Prabowo mengatakan hingga saat ini di Kabupaten Jepara belum terdapat laporan kasus terkait judi online. Tetapi baru pada kasus yang berkaitan dengan judi konvensional.

Baca Juga: Witiarso Jadi Calon Pertama yang Ikuti Penjaringan Gerindra Tingkat DPD

-Advertisement-

“Beberapa waktu lalu sudah ada ungkap kasus terkait judi. Namun yang berkaitan dengan judi online belum ada,” katanya pada Rabu (26/6/2024).

Meskipun belum mendapatkan laporan, ia mengatakan bahwa pihaknya akan tetap bergerak memberantas judi online. Ia memastikan bahwa timnya akan terjun untuk melakukan pasukan patroli siber.

“Kami ada tim siber. Akan segera kami terjunkan untuk menyisir semua hal yang berkaitan dengan judi online,” katanya.

Hingga sejauh ini ia mengaku sudah memantau sejumlah akun selebgram di Jepara yang kerap kali memposting judi online. Mereka diduga menerima endorse dari situs judi online.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada masyarakat yang mengetahui adanya aktivitas yang berkaitan judi online, bisa langsung melaporkan kepada Polres Jepara. Lebih-lebih jika ada lokasi yang menjadi tempat operator judi online.

“Kami pantau selebgram-selebgram yang beberapa kali posting endorse judi online. Kami imbau jangan diteruskan,” jelasnya.

Pihaknya menegaskan akan memberantas praktik judi online di Kabupaten Jepara. Ia juga sudah menyiapkan pasal berlapis untuk menjerat para pelaku.

Baca Juga: Kerugian Negara Akibat Rokok Ilegal Diperkirakan Capai Rp16 Triliun

Dia menyebutkan, pasal pertama yakni Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, pasal 45 ayat 1 disebutkan, setiap yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan perjudian akan dipidana penjara paling lama enam tahun dan denda minimal Rp1 miliar.

Selain itu, pelaku juga akan dijerat dengan Pasal 303 KHUP tentang perjudian. Ancamannya, hukuman penjara selama sepuluh tahun atau denda Rp25 juta.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER