31 C
Kudus
Minggu, Mei 19, 2024

Waspada Musim Pancaroba, Ratusan Warga Kudus Terjangkit DBD

BETANEWS.ID, KUDUS – Musim pancaroba atau perubahan musim dari musim penghujan ke musim kemarau seperti ini warga masyarakat diminta untuk waspada adanya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Khusunya warga Kudus yang saat ini, kasus DBD sudah ada yang terjangkit hingga ratusan orang di Kudus.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian, Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kudus, Darsono. Menurutnya, perubahan musim membuat perkembangan nyamuk semakin cepat bertumbuh. Terutama di air bersih yang dibiarkan menggenang.

Baca Juga: Jual 6 Bidang Bengkok Desa, Mantan Sekdes Cendono Kudus Ditetapkan Tersangka

“DBD di Kudus masih labil ya. Waspada juga perubahan musim, dari musim penghujan ke musim kemarau. Nyamuk akan berada di air yang bersih dan dibiarkan menggenang. Bisa saja karena iklus lima tahunan,” bebernya saat ditemui di ruangannya, Senin (13/5/2024).

Sehingga, katanya, masyarakat diminta tetap waspada untuk menjaga kebersihan setiap saat. Selain itu program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 3M plus (menguras, mengubur, dan menutup) dianggap paling efektif dalam penanganan penyakit DBD.

“Saya mohon, untuk tetap menjaga kebersihan itu penting. Sebab, biasanya air yang menggenang di kulkas, dispenser, bak mandi, pot, dan sebagainya biasa menjadi sarang nyamuk demam berdarah. Sehingga hal itu harus dibersihkan secara berkala,” ungkap pria yang berusia 55 tahun tersebut.

Untuk itu, pihaknya menghimbau kepada masyarakat, terutama kepada warga Kabupaten Kudus yang saat ini sudah ada sebanyak 60 hingga 100 orang lebih terjangkit penyakit DBD di tahun 2024. Dimana penggunaan foging dianggap tidak efektif memberantas nyamuk demam berdarah.

“Kami melakukan penyuluhan di masing-masing puskesmas, untuk pencegahan penyakit DBD. Sehingga tidak harus pakai foging, itu tidak efektif untuk jentik nyamuk. Dia bisa mati, hanya untuk nyamuk yang dewasa. Sementara untuk jentik masih bisa tumbuh lagi,” jelasnya.

Baca Juga: Disbudpar Kudus Boyong Seni Budaya hingga Ekraf ke TMII Jakarta

Ia menuturkan, untuk antisipasi penanganan yang efektif, dengan memberikan serbuk Abate di bak mandi. Dimana efek samping serbuk tersebut jauh lebih besar dibandingkan dengan penggunaan foging. Menurutnya, serbuk Abate itu bisa diam il secara gratis, karena sudah disediakan di masing-masing Puskesmas.

-Advertisement-

“Dengan serbuk Abate ini, bisa mencegah penyebaran perkembangan jentik nyamuk. Kita ada di masing-masing Puskesmas, yang sudah disediakan secara gratis untuk masyarakat. Efek sampingnya lebih besar penggunaan foging dari pada serbuk Abate,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
137,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER