31 C
Kudus
Selasa, Januari 27, 2026

Sudaryono Blusukan di Pasar Brayung Kudus, Borong Dagangan hingga Makan Bareng Warga

BETANEWS.ID, KUDUS – Bakal Calon Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Sudaryono blusukan di Pasar Brayung, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Selasa (28/5/2024). Kedatangan pria yang juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jateng itu pun disambut antusias para pedagang.

Sejak masuk pasar, Daryono selalu menyapa dan ngobrol dengan para pedagang yang ia lewati. Pria asal Grobogan tersebut, tampak sabar mendengar keluh kesah mereka.

Sudaryono dan Masan makan bersama warga saat blusukan di Pasar Brayung. Foto: Rabu Sipan

Tah hanya itu, Daryono juga terlihat memborong dagangan yang berkeluh kesah padanya. Hal tersebut tentu membuat gembira, bahkan sampai ada yang berteriak mendukung Daryono jadi Gubernur Jateng.

-Advertisement-

Baca juga: Sudaryono Diperintah Langsung Prabowo untuk Maju Pilgub Jateng 2024

Setelah berkeliling, Daryono yang ditemani anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus terpilih dari Partai Gerindra, kemudian makan di warung yang berada di tengah Pasar Brayung. Tak hanya itu, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kudus, Masan, juga tampak menemani blusukan.

Usai blusukan, Sudaryono mengatakan, sebagai ketua umum Asiosiasi Pedagang Pasar Aeluruh Indoensia (APPSI) tentu akan menyambangi pasar tradisinal dan menyapa para pedagangnya ketika lawatan di beberapa daerah. Hal, itu sebagai upaya untuk menyerap aspirasi dari para pedagang pasar.

“Kita blusukan ke pasar tradisional untuk mendengar aspirasi para pedagang,” ujar Sudaryono.

Selain itu, Daryono juga ingin tahu manfaat programnya terkait Warung Juang, yakni memberikan pinjaman tanpa bunga bagi pedagang. Dia pun bersyukur, sudah banyak pedagang yang menerima manfaat.

Baca juga: Siap Nyalon Gubernur Jateng, Anak Petani Grobogan Mulai Cari Dukungan di Kudus

“Saya merasa bersyukur dan gembira sekali terhadap perkembangan ini. Bahkan, banyak pedagang yang minta program tersebut untuk diteruskan dan minta nominal pinjaman diperbesar,” bebernya.

Apabila terpilih sebagai Gubernur Jawa Tengah, Daryono berjanji tidak akan menggusur pasar tradisional. Menurutnya, pasar tradisional yang berada di tengah kota sering jadi incaran banyak pihak, karena lokasinya strategis. Menurutnya, kumuh jadi alasan penggusuran dan relokasi.

“Pasar tradisional itu sudah ada sebelum Indonesia merdeka. Pasar tradisional adalah kearifan lokal bangsa Indonesia. Jadi pasar tradisional di tengah kota harus tetap ada. Jika pasar kumuh harus diperbaiki, bukan digusur, karena ada ribuan orang yang hidup dari perputaran uang di pasar tradisional,” ungkapnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER