Satu Calhaj Kudus Gagal Berangkat ke Tanah Suci

BETANEWS.ID, KUDUS – Satu calon jemaah haji (Calhaj) asal Kabupaten Kudus dipastikan gagal berangkat ke Tanah Suci, karena meninggal dunia. Kabar duka tersebut telah diterima Kantor Kemenag Kudus, dan kini sudah disiapkan satu orang kuota cadangan untuk pengganti.

Hal tersebut dikatakan oleh Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kemenag Kudus, Asrul Fakhi. Calhaj tersebut diketahui bernama Basri Achmad Muri, warga Desa Gribig RT 4 RW 3, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, meninggal dunia Senin (6/5/2024), pukul 14.00 WIB.

Baca Juga: KPU Kudus Terima Berkas Syarat Dukungan Bacabup-Wabup Independen Mulai Besok

-Advertisement-

“Kabar duka, salah satu jemaah haji kita ada yang meninggal dunia, Senin pukul 14.00 WIB. Sudah kita laporkan, sebagai penggantinya, satu kuota cadangan sudah dipersiapkan untuk berangkat,” bebernya, saat ditemui di kantornya, Selasa (7/5/2024).

Calhaj yang gagal berangkat itu, katanya, merupakan rombongan ke tiga kloter 68 yang dijadwalkan berangkat pada 29 Mei 2024. Calhaj tersebut tidak bisa digantikan oleh sanak saudaranya, dikarenakan waktu yang sudah dekat dengan waktu pemberangkatan.

Menurutnya, salah satu calhaj yang gagal berangkat bisa digantikan dengan catatan, berselang maksimal satu bulan dengan jadwal pemberangkatan. Sehingga pihaknya saat ini mempersiapkan cadangan untuk kuota yang kosong tersebut.

Ia menjelaskan, calhaj asal Kudus tahun ini berjumlah 1.395 jemaah. Total tersebut akan dibagi menjadi lima kelompok terbang (kloter), dimana kedua kloter dipastikan gabung dengan Kabupaten Demak dan Kabupaten Jepara.

“Kudus mendapat jatah kloter mulai 68,69,70,71, dan 72. Untuk kloter 68 gabung dengan calhaj Kabupaten Demak dan kloter 72 bergabung dengan calhaj Kabupaten Jepara,” tuturnya.

Baca Juga: BUMDes Murakabi Gondosari Kudus Hasilkan PADes Jutaan Rupiah Tiap Tahun

Asrul menuturkan, calhaj asal Kabupaten Kudus akan dijadwalkan berangkat mulai 29-30 Mei 2024. Menurutnya, jumlah total kuota calhaj Kudus sebanyak 1.395 jemaah itu, lima persennya adalah lansia. Dimana usia paling tua adalah 85 tahun.

“Untuk jemaah haji, saya harapkan ini sudah mendekati masa berangkat, kira-kira tinggal 3 pekan, agar jemaah haji menjaga kesehatannya. Kebanyakan jemaah haji kita memang banyak menerima tamu, sehingga bisa dibatasi jam kunjungan untuk tamu. Khususnya untuk lansia, jam 9 malam harus sudah istirahat. Agar untuk persiapan pemberangkatan tidak kecapekan,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER