BETANEWS.ID, KUDUS – Puluhan sarung tertata rapi di etalase Toko Sarung Batik Al Hazmi, Desa Purwosari, Kecamatan/Kabupaten Kudus. Beberapa pembeli tampak sibuk memilih motif batik yang mereka sukai dengan bantuan beberapa karyawan.
Sehari-hari, toko tersebut memang selalu ramai oleh warga yang ingin memilik sarung dengan motif-motif elegan. Bahkan, pembeli bisa kebingungan karena Sarung Al Hazmi menyediakan 60 motif dengan 100 lebih seri.

Menurut pemilik Sarung Batik Al Hazmi, Budi Wicaksono, dari sekian banyaknya motif tersebut, yang paling favorit adalah reksa manah dan dlimo moncer. Rekso merupakan Bahasa Jawa yang mempunyai arti merawat dan manah artinya hati. Harapan dari sang pembuat bagi yang mengenakan sarung batik rekso manah yaitu mampu menjaga hati dan prasangka.
Baca juga: Sarung Al Hazmi Miliki Puluhan Motif dan Ratusan Seri Sarung
“Kemudian dilmo moncer, filosofinya adalah seseorang yang memiliki sisi kematangan dalam bepikir, berperilaku, dan segala aspek kehidupan. Sehingga dlimo moncer itu bermakna tentang kematangan,” jelasnya, Sabtu (20/04/2024).
“Dua motif yang jadi best seller itu hasil kreasi Al Hazmi. Awal ide itu tercetus karena menurut saya setiap motif batik itu harus mempunyai makna. Sehingga motif-motif yang kami produksi sendiri itu tidak ada di tempat lain,” lanjut Budi.
Baca juga: Sarung Batik Al-Hazmi Punya 80 Agen di Indonesia, Pernah Tembus Pasar Mancanegara
Mengenai harga, dirinya membanderol dari Rp110 ribu hingga Rp225 ribu untuk sarung batik handprinting. Sedangkan untuk motif batik kombinasi tulis berkisar Rp150-400 ribu.
“Saat ini alhamdulillah sudah banyak bekerja sama dengan beberapa instansi sekolah di Kudus bahkan Jepara juga. Untuk pesanan online sudah banyak, sih, sampai ke luar pulau juga ada,” tambahnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

