31 C
Kudus
Senin, Mei 27, 2024

Sarung Al Hazmi Miliki Puluhan Motif dan Ratusan Seri Sarung

BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah motif sarung terpajang rapi di rak display toko Sarung Al Hazmi, Kelurahan Purwosari RT 1 RW 1, Kecamatan/Kabupaten Kudus. Banyaknya pilihan motif dan seri membuat Sarung Al Hazmi menjadi pilihan utama membeli sarung, baik digunakan pribadi maupun untuk oleh-oleh.

Owner Sarung Al Hazmi, Budi Wicaksono mengatakan, produksi sarung Al Hazmi mempunyai puluhan motif dan ratusan seri sarung. Terutama untuk motif kudusan, pihaknya meluncurkan motif secara eksklusif yang berbeda, alias tak sama dengan produksi batik lainnya.

Baca Juga: Permintaan Stik Godhong Kresen untuk Jajanan Lebaran Meningkat, Ada Konsumen Takut Tak Kebagian

-Advertisement-

“Jadi setiap momen selalu ada motif yang kita buat. Contoh Ramadhan ini, ada beberapa motif yang diunggulkan dalam momen menjelang lebaran. Jadi untuk total motif hingga saat ini lebih dari 60 motif dan 120 seri sarung,” bebernya saat ditemui, Sabtu (6/4/2024).

Motif-motif tersebut, kata Budi, meliputi seruni, katmocondro, pisan Bali, satriotomo, reksomanah, delimo moncer, rujak sente, sido asih, Kawung, wuwungan, pingitan, kembang ploso, drajat mukti, tunjung kencono, parijhoto, kopi muria, menara, kretekan, tawang kusumo, parang ceplok, dan masih banyak lainnya.

Ia menjelaskan, produksi Sarung Al Hazmi, menggunakan batik hand print. Sehingga produksi bisa lebih cepat dari pada batik tulis maupun batik cap. Menurutnya, dalam sehari produksi menggunakan batik hand print pihaknya bisa memproduksi 450 pcs sarung.

“Untuk ketahanan atau keawetan, tergantung pemakaian dan cara pencucian. Kalau misalkan pemakaian digunakan secara rutin minimal warna bisa bertahan dua tahun. Namun kalau pemakaian dan cara pencucian itu benar, bisa sampai 5 tahun lebih,” ungkapnya.

Baca Juga: Permintaan Kue Keciput di Jepara Meningkat, Sehari Produksi 4 Kwintal

Sejauh ini pemasaran sarung Al Hazmi semakin luas. Lantaran selain laku di sejumlah tempat di Provinsi Jawa Tengah, Sarung Al Hazmi juga laku keras di sejumlah Kota di Indonesia. Terlebih pemasaran sampai saat ini hingga luar Jawa, seperti Kalimantan, Bali, Sumatra, dan sebagainya.

“Untuk harga sarung mulai Rp110 ribu sampai dengan Rp400 ribu tergantung bahan dan jenis motif. Kebanyakan untuk orang pembeli, lebih memilih bahan yang premium (premis). Tapi kami juga menyediakan bahan prima atau bahan standart,” ujar pria berusia 42 tahun itu.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
137,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER