31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Meski Pendapatan Naik, Warga Kudus Tak Lagi Jadi yang Terkaya di Jateng

BETANEWS.ID, KUDUS – Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita warga Kudus pada 2023 tertinggi kedua di Provinsi Jawa Tengah (Jateng). Pendapatan warga sebelum terpotong pajak tersebut kurang lebih Rp138,7 juta per tahun atau Rp11,5 juta per bulan.

Ketua Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kudus, Eko Suharto, menjelaskan, PDRB per kapita itu adalah pendapatan rata-rata warga suatu daerah yang dihitung dari seluruh nilai tambah ekonomi dibagi dengan jumlah penduduk.

“Di Kabupaten Kudus pendapatan per kapita ketemu angka Rp138,7 juta per tahu. Itu penghasilan rata-rata. Artinya, ada juga warga yang mendapatkan penghasilan jauh lebih besar, atau sebaliknya pendapatannya jauh lebih kecil dari angka tersebut,” ungkapnya saat ditemui di Kantor BPS Kudus, belum lama ini.

-Advertisement-

Baca juga: Ini Penyebab Jalan Kudus-Purwodadi yang Rusak Parah Belum Bisa Diperbaiki

Eko menyampaikan, PDRB per kapita itu mengalami peningkatan Rp6,4 juta dari Rp132,3 juta jadi Rp138,7 juta per tahun. Namun, jumlah tersebut belum bisa melampaui penghasilan per kapita warga Kota Semarang yang jadi terbesar di Jateng.

“Pendapatan per kapita warga Kudus masih kalah banyak dari warga Kota Semarang yang sebesar Rp146,8 juta per tahun atau Rp 12,2 juta per bulan,” ujar Eko

Sesuai data BPS Kudus, dua tahun terakhir PDRB per kapita warga Kudus disalip Kota Semarang. Pada 2020, Kudus masih jadi yang tertinggi di Jateng dengan Rp129,1 juta per tahun dan Kota Semarang Rp114,1 juta per tahun.

Pada 2021 karena ada pandemi Covid-19, pendapatan per kapita warga Kudus menurun di angka Rp126,9 juta per tahun. Meski turun, tapi penghasilan itu masih jadi yang tertinggi di Jateng, disusul Kota Semarang dengan Rp123 juta per tahun.

Baca juga: Triwulan Pertama, Realisasi Investasi Kudus Masih Jauh dari Target

Di 2022, pendapatan per kapita warga Kudus disalip Kota Semarang. Sebenarnya, tahun itu naik jadi Rp132,3 juta per tahun, tapi tetap tak bisa mengalahkan Kota Semarang dengan Rp135,3 juta per tahun.

Menurut Eko, pendapatan per kapita warga Kudus bisa dikatakan cukup tinggi. Bahkan dibanding pendapatan per kapita secara nasional, Kabupaten Kudus ini sudah dua kali lipatnya.

“Pendapatan per kapita tahun 2023, kurang lebih sebesar Rp60 juta per tahun. Nominal tersebut jauh di bawah Kudus, yang mencapai kurang lebih Rp138,7 per tahun,” bebernya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER