31 C
Kudus
Kamis, Mei 23, 2024

Kisah Dani Rintis Junior Mahar, Ternyata Hobi Bisa Datangkan Cuan

BETANEWS.ID, KUDUS – Dani (37) membuktikan bahwa hobi bisa mendatangkan cuan bahkan bisa menjadi ladang rezeki keluarga. Bersama istrinya, Nanik (37), mereka merintis Junior Mahar yang pelanggannya sudah dari berbagai daerah di Indonesia.

Dani memulai usaha produksi baki hantaran sejak 2014 lalu, saat dirinya masih bekerja di salah satu perusahaan di Kudus. Dulunya, usaha baki hantaran merupakan pekerjaan sampingan yang akhirnya kini jadi usaha utama.

“Dulunya memang suka prakarya gitu, buat sesuatu yang punya nilai jual. Nah, kebetulan pas di salah satu perusahaan itu dibagian R&D. Jadi, punya ide jualan baki hantaran. Di Kudus saat itu belum banyak. Awalnya beli dari bakul terus dijual lagi,” ucapnya, Rabu (24/04/2024).

-Advertisement-

Baca juga: Maharku Craft, Solusi Mahar Pernikahan Keren yang Kualitasnya Bisa Diadu

Dari reseller, Dani kemudian memberanikan diri untuk menjual hasil karyanya. Sedikit demi sedikit, dengan ketekunannya, usaha itu terus berkembang. Pada 2016, dia lantas memutuskan keluar dari pekerjaan dan memilih fokus untuk mengembangkan usaha Junior Mahar, lantaran permintaan konsumen makin banyak.

“Awalnya masuk ke Pasar Kliwon dulu, bakul-bakul yang mau dititipi produk kami. Ternyata banyak yang cocok sampai akhirnya langganan. Saat mulai jualan online, malah lebih banyak pesanan online,” ujarnya.

Nama Junior Mahar dia pilih karena menganggap usahanya tersebut sebagai hoki atau keberuntungan sang anak pertama. Harapannya tentu usaha tersebut akan terus berkembang hingga anak cucunya nanti.

“Sedikit nggak percaya yang awalnya hanya sampingan sekarang menjadi mata pencaharian utama. Semoga nantinya akan terus berkembang,” jelas Dani.

Baca juga: Mahar Akrilik yang Cantik di Raja Seserahan Ini Tembus Pasar Malaysia dan Arab Saudi

Meski begitu, saya terus belajar untuk membuat produk-produk baru yang nantinya mampu bersaing dengan produk lainnya. Sebab menurutnya, usaha yang bertumpu pada karya dan kreativitas harus selalu berkembang sesuai dengan zamannya.

Dalam satu hari, Dani mampu memproduksi 20 item tempat perhiasan berbagai variasi. Harga yang ditawarkan pun mulai Rp50 ribu tergantung ukuran.

“Ada juga mahar pigura kisaran Rp700 ribuan. Tapi, kalau sekarang sudah jarang. Alhamdulillah kalau yang tempat perhiasan ini best sellernya. Setiap hari produksi,” ucap ayah tiga orang anak itu.

Editor: Ahmad Muhlisin

Anita Purnama
Anita Purnama
Jurnalis Beta Media

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
137,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER