BETANEWS.ID, KUDUS – Agus Priyatno terlihat sibuk melayani pembeli yang datang silih berganti di lapaknya, Depan SMPN 1 Jati. Dengan bantuan sang istri, mereka saling bahu membahu membuatkan sostel mini pesanan konsumen.
Usai melayani, Agus begitu sapaan akrabnya, kemudian berbagi kisahnya berjualan sostel mini sejak Maret lalu. Usaha itu merupakan ide sang istri yang merasa kasihan padanya karena kerja serabutan.
“Ini ide dari istri untuk mencoba berjualan. Karena sebelumnya saya bekerja di perusahaan selama kurang lebih 31 tahun. Usai pensiun (kebijakan pabrik di umur 50 tahun purna) bekerja serabutan, ngojek, kuli bangunan, sehingga istri merasa kasihan, dan mencoba berjualan,” ungkapnya, Rabu (1/5/2024).
Baca juga: Sostel Mini Depan SMP 1 Jati Laris Manis, Sehari Laku 200 Tusuk
Ide menjual sostel, katanya, lantaran jajanan tersebut belum banyak dijual di Kota Kretek. Melihat antusiasme pembeli di beberapa konten YouTube, membuatnya tertarik untuk berjualan di Kudus.
“Alhamdulillah sejak berjualan sostel mini, pembeli banyak yang suka. Kebanyakan pembeli lebih banyak dari kalangan orang tua, padahal ini jajanan anak dan anak muda. Tapi alhamdulillah semua kalangan menyukainya,” ujar pria berusia 51 tahun itu.
“Kalau untuk harga per tusuk sostel mini ini kita jual Rp2 ribu. Sementara untuk penjualan, alhamdulillah bisa minimal 100 tusuk dalam sehari. Bahkan kalau ramai bisa sampai 200 tusuk. Alhamdulillah untuk omzet sehari Rp200 ribu,” tutur bapak dua anak tersebut.
Baca juga: Risa Buktikan Ibu Rumah Tangga juga Bisa Rintis Bisnis Kuliner yang Kini Makin Menjanjikan
Warga Desa Getas Pejaten RT 10 RW 2, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus itu mengaku tak menambahkan bahan campuran untuk telurnya. Artinya, telur dalam pembuatan sostel mini hanya telur ayam yang ditambah sayuran dan bumbu.
“Kalau penjual lain saya tidak tahu, ya, mas. Tapi kalau di sini memang saya menggunakan telur tanpa ada campuran pengembang,” imbuhnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

