BETANEWS.ID, KUDUS – Suasana penuh canda tawa terlihat saat siswa TK Aisyiah Bustanul Athfal 6 Besito berkunjung ke Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Kamis (16/5/2024). Mereka sangat antusias ketika belajar penanggulangan bencana apalagi saat main air untuk memadamkan api.
Kabid Kedaruratan dan Logistik (Darlok), BPBD Kudus, Djunaedi, menyambut baik kegiatan pengenalan atau simulasi kebencanaan itu. Menurutnya, anak-anak memang harus mengenal kebencanaan sejak dini agar lebih mawas diri.
“Saya senang, karena dari kecil memang harus ditanamkan bagaimana mereka tahu tentang kebencanaan, antara lain tentang bencana banjir, tanah longsor, dan cuaca ektrim,” bebernya, Kamis (16/5/2024).
Baca juga: 1.395 Jemaah Calon Haji Kudus Praktik Manasik, Berjalan dari JHK hingga Alun-Alun
Ia menuturkan, pihaknya memberikan edukasi, meliputi peralatan kebencanaan, termasuk pengenalan perahu, logistik untuk korban, dan cara memadamkan api saat terjadi kebakaran.
“Pertama mereka kita perlihatkan video di dalam aula, bagaimana mengenali bencana. Setelah mereka tahu, lalu terjun ke lapangan. Kita punya penanganan bencana banjir, perahu dan logistiknya juga kita berikan informasi kepada anak-anak TK,” ujarnya.
Menurutnya, dengan edukasi tersebut, ke depan mereka setidaknya mengetahui apa yang harus dilakukan saat ada bencana. Menurutnya, antusiasme siswa-siswi dalam kegiatan tersebut sangat senang dan mempraktikkan.
“Mudah-mudahan dengan adanya edukasi ini, mereka tahu ke depannya bisa dilaksanakan di rumahnya sendiri, apabila ada kebencanaan seperti itu,” katanya.
Baca juga: Miliki Keutuhan Fosil Capai 90 Persen, Jadi Keistimewaan Temuan di Bukit Patiayam
Kepala TK Aisyiah Bustanul Athfal 6 Besito, Siti Mutmainnah, menambahkan, kegiatan tersebut merupakan puncak tema tentang kebencanaan. Sehingga, pihaknya mengajak siswa-siswinya ke BPBD Kudus untuk mengenal macam-macam bencana.
“Jadi secara langsung kami mengajak anak didik, biar mereka tahu, bagaimana terjadi bencana alam dan ini merupakan salah satu edukasi tentang keselamatan. Paling tidak anak-anak tahu apa yang harus dilakukan untuk menyelamatkan diri masing-masing ketika tejadi bencana alam,” imbuhnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

