BETANEWS.ID, JEPARA – Baliho berisi dukungan kepada Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi untuk maju dalam Pemilihan Gubernur Jawa Tengah mulai meramaikan beberapa titik Kabupaten Jepara.
Dalam baliho tersebut terdapat logo ‘Bocahe Bapak’ lengkap dengan foto Ahmad Luthfi dengan berbagai pakaian, seperti baju koko dan peci, baju safari putih, hingga pakaian dinas kepolisian. Baliho berlatar belakang putih tersebut juga berisi keterangan ‘Kami Dukung Pak Luthfi Jadi Gubernur Jawa Tengah’.
Koordinator Relawan Bocahe Bapak Jepara, Syamsul Anwar, mengatakan, pihaknya menilai Kapolda Jateng sukses menjaga keamanan selama empat tahun menjabat. Kemampuan itulah yang membuatnya optimis yang bersangkutan mampu memimpin Jateng.
Baca juga: Hasil Sementara Polling Pilkada Jateng 2024 (1): Bambang Pacul Masuk Lima Besar
“Ekspetasi masyarakat di tahun politik, bermimpi punya pemimpin yang, Jawa Tengah ini, kan, paling tertinggal ketimbang Jawa Barat dan Jawa Timur dari sisi Infrastruktur, UMR, APBD. Makanya, masyarakat berharap sosok pemimpin ke depan,” katanya melalui telepon, Senin (20/5/2024).
Ia menyebut, dukungan kepada Kapolda Jateng untuk maju sebagai gubernur tidak hanya datang dari Komunitas Relawan Bocahe Bapak, tetapi juga dari relawan Sahabat Luthfi dan Dulure Pak Luthfi.
Di Jepara, Relawan Bocahe Bapak, menurutnya, berjumlah sekitar 10 ribu orang yang tersebar hingga ke seluruh desa. Jumlah tersebut akumulasi dari relawan yang ia kumpulkan pada masa Pemilihan Presiden (Pilpres), Februari 2024 kemarin.
Baca juga: Ngaku Loyalis Partai, Jadug Nyatakan Hanya Nyalon Bupati Lewat PPP
“(Relawan) ini tersebar di 16 kecamatan. Kebetulan waktu Pilpres kemarin punya relawan, mulai dari Banser, kalangan pengusaha muda, para tokoh yang kemudian juga kami rajut menjadi relawan,” ujarnya.
Selain itu, sosok Kapolda Jateng, menurutnya, juga mendapat dukungan dari kalangan Nahdliyin Jepara karena semasa kuliah menjadi bagian Organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).
“Masyarakat Jepara mayoritas, kan, NU, sehingga klop, lah,” katanya.
Editor: Ahmad Muhlisin

