31 C
Kudus
Jumat, April 19, 2024

Buka Puasa Murah dan Segar, Rp3.500 Bisa Dapat Es Campur di Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah pembeli terlihat mengantre es campur untuk menjadi berbuka puasa di bulan Ramadhan ini. Sementara itu, terlihat seorang laki-laki sedang membungkus satu persatu es campur untuk pembeli. Digerobak dorong berukuran tak begitu besar itu terlihat berjejer toples-toples plastik berisikan beragam isian es campur.

Tampak tangannya dengan lihai memasukkan satu persatu isian es campur mulai dari potongan buah nanas, jelly, kolang-kaling, mutiara, cincau, dan roti tawar. Es campur sendiri menjadi salah satu menu takjil yang banyak dicari oleh masyarakat dibulan puasa ini. Sehingga tak heran jika Mulyana penjual es campur yang ada di Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus ramai pembeli setiap sore menjelang berbuka puasa.

Baca Juga: Banyak Warga Borong Jajanan Lebaran, Omzet Toko Lestari Meningkat 4 Kali Lipat

Meskipun, Mulyana berjualan es campur hanya selama ramadan namun, penjualan es campur miliknya ternyata cukup menjanjikan. Dalam sehari dirinya bisa menghabiskan hingha ratusan porsi es campur.

“Sehari biasanya menjual sekitar 300 porsi es campur, bukanya waktu ramadan saja. Soalnya, saat hari-hari biasa jualan siomay di daerah Pengkol, tapi kalau puasa libur,” ungkapnya.

Es campur Mulyana sendiri dibanderol dengan harga yang terbilang murah yakni hanya Rp. 3,500/porsinya. Dirinya memiliki alasan khusus untuk menjual es campurnya dengan harga tersebut. Mulyana menuturkan, tidak memgambil banyak keuntungan untuk penjualan es campurnya.

“Ya nggak ambil untung banyak-banyak aja lah, sama-sama cari rezeki,” ujar laki-laki asli Tasikmalaya, Jawa Barat.

Baca Juga: Biel Bakery Kebanjiran Pesanan Parsel Lebaran yang Harganya Mulai Rp100 Ribu

Untuk waktu bukanya dia mengatakan biasanya membuka lapak es campur mulai pukul 14.00 WIB sampai habis yakni sekitar pukul 18.00 WIB. Menurut Mulyana yang menjadi khas es campur miliknya itu terletak pada rasa dan aromanya yang berbeda.

“Biasanya bakal lebih ramai kalau pas jam 16.30-17.00 WIB itu puncak-puncaknya. Jadi, es campurnya sudah dibungkusi dahulu biar nanti nggak kewalahan. Katanya yang bikin beda sih aroma sama rasanya terus harganya juga terjangkau,” ucapnya.

Editor: Haikal Rosyada

Anita Purnama
Anita Purnama
Jurnalis Beta Media

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
135,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER