BETANEWS.ID, JEPARA – Berdasarkan surat dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah II Jawa Tengah pada 10 Maret 2024, cuaca ekstrem akan kembali terjadi di Kabupaten Jepara pada tanggal 14-16 Maret mendatang.
Muh Ali Wibowo, Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara mengingatkan agar masyarakat selalu waspada terhadap peringatan dini cuaca yang akan terjadi.
Baca Juga: Kasus DBD Tinggi, Gerakan PSN di Jepara Ternyata Terkendala Perilaku Warga
Sebab sebelumnya, pada Jum’at-Sabtu (8-9/3/2024) Kabupaten Jepara juga diguyur hujan deras yang mengakibatkan terjadinya bencana di beberapa titik.
“Jadi berdasarkan perkiraan cuaca pada 14-16 Maret nanti, Jepara kembali terjadi cuaca ekstrem lagi. Sebenarnya dari sejak Jum’at sampai Sabtu kemarin kan juga sudah terjadi cuaca ekstrem. Sehingga himbauannya agar masyarakat selalu waspada,” katanya pada Senin (11/3/2024) saat dihubungi melalui telepon.
Lebih lanjut ia mengatakan terjadinya cuaca ekstrem berpotensi menyebabkan adanya hujan lebat disertai angin kencang. Sehingga rawan mengakibatkan bencana banjir, tanah longsor, banjir bandang, hingga pohon tumbang.
Untuk menghindari bahaya akibat bencana tersebut, masyarakat diminta untuk menjauh dari daerah bantaran sungai yang rawan banjir maupun lereng yang terjadi longsor.
Akibat cuaca ekstrem yang terjadi pada Jum’at – Sabtu kemarin, juga menyebabkan terjadinya banjir di beberapa titik. Berdasarkan laporan yang diterima BPBD, beberapa lokasi banjir yaitu Desa Sowan Lor dan Sowan Kidul, Kecamatan Kedung dan Desa Tegalsambi, Kecamatan Tahunan.
Adapun di Desa Sowan Kidul, terjadinya banjir disebabkan karena meluapnya Sungai Rojoyo yang mengalir ke permukiman warga di Rt10-12/Rw 4.
“Ketinggian air di Sowan Kidul kemarin sekitar 40-50 cm, tapi sekitar jam 11-12 siang air sudah surut,” ungkapnya.
sementara di Desa Sowan Lor, terjadinya banjir akibat meluapnya Sungai Jratunseluna. Wilayah yang terdampak yaitu di Rt 2-3/Rw 3 dengan ketinggian air sekitar 20 cm.
Baca Juga: Diguyur Hujan Semalaman, Permukiman Warga di Sowan Lor Jepara Terendam Banjir
Sedangkan di Desa Tegalsambi, terjadinya banjir akibat jebolnya tanggul sungai sekitar 1,5 meter. Banjir kemudian meluap ke permukiman warga dengan ketinggian sekitar 20-30 cm.
“Kemarin Minggu pagi kita monitoring air sudah surut, sudah ditanggulangi, kita bantu dan kerja bakti warga juga pakai bambu dan ditahan menggunakan sak diisi tanah,” pungkasnya.
Editor: Haikal Rosyada

