BETANEWS.ID, DEMAK – Banjir yang menggenangi Jalan Jepara-Demak di depan Pabrik Jordan Bakery, Desa Geneng, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak mulai surut sekitar 10-15 cm. Namun, untuk arus lalu lintas terpantau masih padat merayap.
Kondisi jalan yang saat ini rusak parah setelah terendam hujan beberapa hari. Selain itu, permukaan jalan yang tak rata dan miring ke arah Barat, membuat kendaraan berat yang melewati jalur tersebut menimbulkan antrean kendaraan dan menyebabkan kemacetan yang masih cukup panjang.
Dari titik lokasi genangan air, kepadatan kendaraan dari arah Kudus-Semarang terpantau masih mengular hingga ke Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara. Namun, kemacetan sudah cukup terurai dan tidak ada kendaraan yang berhenti total.
Baca juga: Nekat Terjang Banjir di Jalan Mijen Demak, Motor Banyak yang Mogok
Surutnya genangan air juga mulai memperlihatkan adanya lubang dengan kedalaman sekitar 5 cm di bagian sisi Timur. Kondisi ini tidak sampai menimbulkan antrean kendaraan, sehingga arus lalu lintas dari arah Semarang-Kudus dapat berjalan lancar.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Mijen, Iptu Khairul Anam, mengatakan, untuk penanganan sementara, kondisi jalan yang terdapat lubang ditutup menggunakan ban, agar terlihat oleh pengendara.
“Selain itu air juga coba kita alirkan ke sawah untuk mengurangi genangan yang saat ini masih berkisar 10-15 cm. Sudah surut cukup signifikan, dari sebelumnya 40-50 cm. Namun untuk pengendara tetap hati-hati karena kondisi jalan terdapat lubang,” katanya saat ditemui di Jalan Mijen, Jumat (22/3/2024).
Baca juga: Terjebak Macet di Jalan Jepara-Mijen Demak, para Sopir Sampai Bermalam di Truk
Genangan air sendiri diakibatkan adanya limpasan dari Sungai Wulan, Kecamatan Karanganyar. Areal persawahan yang terdapat di bagian sisi Barat dan Timur jalan juga terlihat masih terendam banjir.
“Kepada pengemudi diharap sabar saat melintas di jalur tersebut, jangan menyerobot, karena jalannya masih tergenang air dan kondisi jalan juga tidak terlalu lebar, agar tidak semakin menimbulkan kemacetan,” pesannya.
Editor: Ahmad Muhlisin

