31 C
Kudus
Jumat, April 19, 2024

PT Nojorono Hibahkan Set Alat Giling Rokok Antik ke Museum Kretek

BETANEWS.ID, KUDUS – PT Nojorono Kudus menghibahkan satu set alat giling berusia 91 tahun ke Museum Kretek. Alat yang merupakan bagian sejarah dari salah satu pabrik rokok terbesar di Kudus itu alat dengan model tempo dulu yang saat ini sudah tidak digunakan lagi.

Direktur Pengelola Nojorono, Arief Goenadibrata, mengatakan, dengan menghibahkan alat penggiling rokok model lama ke Museum Kretek itu untuk pembelajaran atau edukasi bagi pengunjung. Dimana alat tersebut merupakan alat yang tak mudak untuk digunakan. Sehingga pengunjung di Museum Kretek bisa mengetahui seberapa susahnya membuat rokok.

Baca Juga: Maju Wakili Kecamatan Kaliwungu, Kopi Biji Alpukat Jadi Inovasi Andalan PKK Desa Mijen

Bahkan, menurutnya, Pejabat (Pj) Bupati Kudus, Muhammad Hasan Chabibie pun mencoba mempraktekkan alat tersebut, namun ternyata juga tidak mudah.

“Alat itu merupakan bagian dari sejarah PT Nojorono, yang sudah 91 tahun. Saya tidak tahu persis dipakainya pada tahun berapa, tetapi itu adalah model lama, model yang awal-awal dulu, kami memproduksi rokok kretek,” bebernya, usai penyerahan alat ke Museum Kretek, Selasa (26/3/2024).

Hibah alat tersebut, katanya, untuk pembelajaran bagi masyarakat atau pengunjung di Museum Kretek. Sehingga pihaknya menuturkan, jangan salah mengartikan jika alat tersebut merupakan produksi kecil. Sebab, ribuan orang menggantungkan matapencahariannya di produksi rokok.

“Dan masyarakat Kudus, khususnya ibu-ibu hidup dari sana (matapencaharian). Mereka bergantung dari ini (produksi rokok) dan ada ribuan pekerja di Kudus, yang bergantung pada industri hasil tembakau yang seperti ini,” ujarnya.

Arief menjelaskan, satu set yang dihibahkan itu berupa satu meja dengan empat alat giling rokok dan juga alat batil (gunting). Dengan penyerahan alat tersebut, pihaknya bermaksud untuk memberi wawasan kepada masyarakat dengan menyediakan sekalian tembakau untuk praktek membuat sebuah rokok.

“Yang disediakan disini bukan untuk di rokok, kita bekerjasama memang kalau rokok untuk dikonsumsi harus ada cukainya. Sehingga hanya untuk experience (praktek) saja. Kami menyediakan tembakau yang tidak untuk dihisap (dikonsumsi). Jadi cuman buat praktek,” jelasnya.

Pihaknya menegaskan, bahwa membuat rokok satu batang tidak segampang saat dikonsumsi. Sebab, pekerja setiap harinya harus mencapai target minimun hingga 500 batang sejam.

Sementara itu Pj Bupati Kudus, Muhammad Hasan Chabibie mengucapkan terimakasihnya kepada pihak PT Nojorono yang sudah menghibahkan alat ke Museum Kretek. Alat tersebut juga dapat menambah koleksi di Museum Kretek.

“Kami ucapkan terimakasih kepada PT Nojorono yang sudah menghibahkan salah satu alat produksi untuk rokok kretek yang menjadi salah satu tambahan koleksi di museum kretek. Saya kira ini mewakili perjalanan panjang dari industri rokok kretek di Kudus. Salah satunya adalah divisualisasikan dengan alat yang dihibahkan tadi,” ujarnya.

Baca Juga: Pemkab Kudus Akan Fokus Perbaiki Jalan Rusak Akibat Banjir

Pihaknya berharap, dengan alat yang dihibahkan itu dapat menjadi pengalaman pengguna yang bisa mempraktekkan secara langsung. Tentu hal itu juga dapat menjadi pengalaman yang berharga bagi siapa saja yang mencoba.

“Kedepan nanti dari pihak Nojorono semakin banyak barang yang dihibahkan, terutama alat di jaman lampau menjadi sebuah kekayaan koleksi. Bukan persoalan perangkatnya saya kira, tapi sejarahnya yang mahal. Karena ini sejaman dengan industri rokok itu sendiri yang berkembang di Kabupaten Kudus,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
135,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER