BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah perempuan mengenakan seragam batik tampak semringah bersua foto di halaman Balai Desa Mijen, Kecamatan Kaliwungu, Kudus. Mereka tak lain adalah anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Mijen usai melaksanakan penilaian klarifikasi lapangan oleh tim penilai PKK Kabupaten Kudus.
Setelah pelaksanaan penilaian tersebut, Nurul Satria Agus Himawan (40), selaku Ketua PKK Kecamatan Kaliwungu, mengaku cukup puas dengan apa yang ditunjukan PKK Desa Mijen. Dengan menampilkan yang terbaik, perempuan yang akrab disapa Nurul itu juga yakin PKK Desa Mijen akan mendapat hasil yang terbaik pula.
Baca Juga: Wisata Edukasi di Museum Jenang, Pengunjung Diajak Nostalgia Kudus Tempo Dulu
Ia juga membeberkan inovasi unggulan yang menjadi andalan PKK Desa Mijen, yakni Kopi Biji Alpukat. Menurutnya, kopi tersebut memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Di antaranya, dapat menjaga kesehatan jantung, dapat membantu menurunkan kolesterol, menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan daya tahan tubuh.
“Selain itu juga bisa mencegah kanker, terutama berkat kandungan katekin dalam bijinya. Bisa untuk menjaga kesehatan kulit dengan melawan efek penuaan. Manfaat lain, biji alpukat memiliki sifat antimikroba yang dapat melawan infeksi jamur,” terang perempuan yang sudah dikaruniai tiga anak itu, Selasa (26/3/2024).
Selain Kopi Biji Alpukat, menurutnya masih ada sejumlah program unggulan PKK Desa Mijen. Di antaranya, Pojok Baca, Bina Keluarga Remaja (BKR) dan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R).
“Semuanya berjalan dengan baik, jadi ya banyak juga yang jadi progam andalan di sini,” ungkapnya sambil tersenyum.
Sementara itu, Tri Laksana (44) selaku Ketua PKK Desa Mijen, mengaku merasa sangat lega. Sebelumnya, dia dan anggota PKK Desa Mijen sangat sibuk mempersiapkan lomba tersebut.
“Persiapannya kan memang sudah sejak lama. Mulai bulan Desember 2023 kami sudah mendapat pendampingan secara intens dari PKK Kecamatan Kaliwungu,” jelasnya.
Baca Juga: Ketua DPRD Kudus Masan Soroti Realisasi Belanja Pemkab yang Tak Maksimal
Meski saat pelaksanaan berjalan dengan lancar, menurutnya dalam mempersiapkan lomba tidak luput dari kendala. Hal itu lantaran banyak anggota atau anak dari anggotanya yang sakit.
“Kemarin itu kendalanya pada bergantian izin karena sakit. Kalau bukan ibunya ya anaknya yang sakit. Alhamdulillah kami masih kompak, jadi bisa saling mengisi, yang izin ya kita bantu menyelesaikan tugasnya,” tambah ibu empat anak itu.
Editor: Haikal Rosyada

